HAM Kecam Israel Gunakan Senjata Mematikan Pada Anak Gaza


Gaza - Pusat Hak Asasi Manusia Palestina (PCHR) mengutuk penggunaan senjata mematikan oleh pasukan Israel yang menewaskan dua anak dan melukai dua lainnya di timur Rafah di Jalur Gaza selatan. Ia menekankan Israel tak boleh melanjutkan kejahatannya terhadap warga sipil Palestina.

PCHR mengatakan hal ini dalam sebuah pernyataan persnya Ahad (18/2) ia mengatakan, pasukan Israel membunuh dua anak Palestina tanpa alasan apapun yang dapat dibenarkan. Padahal keduanya tidak menimbulkan ancaman bagi kehidupan tentara dan yang lainnya. Tentara Zionis menembakkan beberapa peluru artileri pada mereka di dekat pagar keamanan sebelah timur Rafah.

Mayat dua anak tersebut, Salem Mohammed Suleiman Sabah (17 tahun) dan Abdullah Ayman Salim Armelat (15), ditemukan syahid hari ini, (18/2) setelah tertembak peluru Zionis di seluruh tubuhnya.

PCHR mengkonfirmasi, hasil pemeriksaan menunjukkan, Israel melakukan penembakan atas dasar yang bertentangan dengan kebutuhan dan diskriminasi. Mereka juga melakukan kekerasan terhadap anak-anak dibawah umur yang tidak dapat dibenarkan. Kedua anak tersebut adalah warga sipil yang tidak bersenjata dan mengancam atau menjadi ancaman terhadap tantara Zionis.

Pasukan Israel telah menargetkan keempat anak Palestina dalam serangan tersebut pada pukul 09.30 pada hari Sabtu dengan menembakan 10 peluru artileri dari senapan mesin mereka dari jarak sekitar 30 sampai 50 meter dari pagar keamanan di sebelah timur Rafah.

Menurut laporan tersebut, empat anak terluka oleh pecahan peluru dari peluru artileri dan peluru hidup. Dua di antaranya dibawa ke Rumah Sakit Abu Yousef al-Najjar di Rafah, mereka dilarikan ke barat sampai mereka dibawa oleh petugas medis. Sumber-sumber medis menggambarkan kondisinya sangat kritis. Tanpa petugas medis yang bisa dihubungi oleh mereka karena waktu tunda dan keseriusan situasi di wilayah tersebut, sehingga korban pendarahan sampai meninggal.

Pusat tersebut menunjukkan bahwa kemerosotan ekonomi dan kemanusiaan di Jalur Gaza menimbulkan frustrasi dan keputusasaan dan meminta pria dan wanita muda untuk berpikir mencoba menyelinap ke Israel untuk mencari pekerjaan. Hal ini mengharuskan setiap orang untuk memikul tanggung jawab mereka untuk mengakhiri situasi ini.



Sumber : https://melayu.palinfo.com/

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan