Pembekuan Dana Bantuan Pengungsi Palestina


AS - Kementerian Luar Negeri AS secara resmi mengumumkan pembekuan 65 juta dari total 125 juta dolar AS dana bantuan kepada UNRWA. UNRWA adalah badan PBB yang didirikan terpisah untuk menangani pengungsi Palestina 70 tahun yang lalu. sementara UNHCR badan PBB lainnya didirikan untuk menangani pengungsi lainnya di seluruh dunia. Alasan pengkhususan ini adalah karena besarnya jumlah pengungsi Palestina yang tersebar di Tepi Barat, Yerusalem Timur, Jalur Gaza, Yordania, Lebanon dan Suriah, semua mencapai total lima juta orang. Untuk itu diperlukan penanganan logistik yang besar dan semua jenis bantuan yang mereka butuhkan. 

Jika lembaga ini sampai ditutup karena kendala finansial yang dihadapinya saat ini, maka ada 500 ribu anak-anak pengungsi Palestina yang tidak bisa bersekolah. Ada 9 juta konsultasi kesehatan yang diberikan oleh dokter UNRWA setiap tahunnya akan berhenti, 1,7 juta pengungsi yang miskin kebutuhan dasar akan kehilangan bantuan makanan dan uang tunai, dan 40.000 pengungsi penyandang cacat akan terhenti dari bantuan yang diterimanya. Demikian juga aktifitas rekreasi bagi 200.000 anak-anak Palestina akan ditutup. 

Maka Kamis (25/01) 25 selebriti dan publik figur termasuk diantaranya Hugh Grant, Viggo Mortensen, Gilian Anderson, Olivia Wilde, Emma Thompson dan Tilda Swinton mengungkapkan rasa horor mereka dan menandatangani kecaman atas keputusan Trump tersebut. Seperti yang dilansir oleh VoA, mereka menyatakan bahwa "Sasaran sebenarnya dari serangan mematikan ini adalah rakyat Palestina sendiri.'’ pernyataan bersama ini dirilis oleh Hoping Foundation, sebuah organisasi yang berkantor di London dan berfokus menangani anak-anak Palestina. 

“Keputusan itu diambil dengan tujuan jelas yaitu mempreteli hak-hak mereka (Palestina) dengan mempreteli institusi yang dituduh melindungi mereka.” Sehari sebelumnya (24/01) pimpinan 21 organisasi kemanusiaan internasional telah menyurati Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, Penasehat Keamanan Negara HR McMaster dan Menteri Pertahanan James Norman Mattis, mendesak AS agar membatalkan pembekuan dana bagi UNRWA. Presiden Organisasi Pengungsi Internasional, Eric Schwartz, salah satu dari organisasi itu dikutip menyatakan bahwa "keliru untuk menghukum pemimpin politik dengan meniadakan penunjang kehidupan warga sipil. Ini merupakan kebijakan mengancam dari AS terhadap bantuan kemanusiaan internasional." 

Sebelumnya, (22/01) Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, juga telah menyampaikan kepada Menteri Pertahanan AS James Matis di Jakarta agar tidak menghentikan bantuan kepada pengungsi Palestina. James Matis dikutip mengatakan tidak akan memotong dana bantuan untuk pendidikan dan kesehatan. Pemberian dana juga tetap akan dipertahankan terhadap kebutuhan wanita dan anak-anak. (19/01) menanggapi seruan Sekjen UNRWA yang menghimbau negara-negara di dunia memberikan bantuan kemanusiaan kepada Pengungsi Palestina, Belgia menyatakan komitmennya untuk memberikan 19 juta Euro (setara dengan 309 miliar rupiah) yang akan diberikan secara bertahap selama tiga tahun.



Sumber : http://www.aspacpalestine.com/

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan