Israel Berencana Izinkan Zionis Masuk Dari Semua Pintu Al-Aqsha


Al-Quds - Pengadilan Tinggi Zionis, Kamis (18/1) sedang mengkaji permohonan yang diajukan sejumlah partai politik dan beberapa organisasi permukiman Zionis untuk mengizinkan para pemukim bisa memasuki Masjid Al-Aqsha dari semua pintu. Tidak hanya dari gerbang Al-Mugaribah yang selama ini mereka lakukan, untuk menggelar upacara Talmud di dalamnya.

Para pemukim mendasarkan permintaannya dari Keputusan Tinggi Zionis 10 Februari 2012, dimana seorang pemukim Jarshon Salmon dari gerakan “Para Pengaman Jabal Haikal” yang mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk diizinkan memasuki Masjid Al-Aqsha.

Sebelumnya, pengadilan tinggi Israel telah menghentikan permohonan ini karena bertentangan dengan resolusi lembaga PBB UNESCO.

Dalam kaitan ini, Direktur Masjid Al-Quds-Aqsha, Syaikh Umar Kiswani kepada pusat informasi Palestina mengatakan, Masjid Al-Aqsha tidak tunduk pada undang-undang Zionis. Dia adalah masjid milik kaum muslimin saja, tidak Bersama ummat yang lain. Ia menegaskan, Masjid Al-Aqsha termasuk di dalamnya tempat shalatnya, halamannya, dedaun dan pepohonannya seluas 144 hektar adalah masjid kaum muslimin yang berada dibawah pengawasan Badan Wakaf Islam di Al-Quds yang berada dibawah Menteri wakaf Yordania.

Ia menambahkan, penyerbuan pemukim Zionis setelah shalat Dzuhur kemarin untuk melakukan ritual Taurat mereka merupakan tindakan yang sangat berbahaya, disamping merupakan pelanggaran terhadap semua undang-undang dan konvensi internasional sejak tahun 1967. Ia menganggap kepolisian dan pemerintah Zionis bertanggung jawab atas semua pelanggaran ini.

Kemarin, komite pembangunan daerah wakaf Islam di Al-Quds terjajah menggelar aksi protes di depan cawan kubbah Shakhra di Al-Aqsha untuk menentang keputusan polisi Zionis yang melarang pengerjaan renovasi masjid dan bangunan lainnya.



https://melayu.palinfo.com/

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan