Pengungsi Palestina Alami Musim Dingin Mengerikan di Yunani



Athena - Kelompok Kerja untuk orang Palestina di Suriah mengatakan bahwa ratusan imigran Palestina dan Suriah di pulau-pulau Yunani menghadapi kesulitan parah saat musim dingin tiba. Hal tersebut karena suhu rendah dan kondisi cuaca yang dialami oleh daerah-daerah tersebut, termasuk hujan salju yang lebat dan penempatan paksa di antara hutan-hutan dan semak-semak, tenda-tenda kanvas yang tidak layak untuk ditempati untuk menghindari dingin yang parah serta badai.

"Kepadatan kamp pengungsi, tidak adanya ruang yang memadai, kegagalan otoritas Yunani untuk memenuhi tuntutan mereka, kelangkaan bantuan makanan serta penundaan bantuan dalam memberikan tenda-tenda dan selimut-selimut, memaksa mereka untuk membeli tenda-tenda dengan biaya sendiri yang didirikan dengan penuh sesak", kutip kelompok kerja tersebut dari pengungsi Palestina yang tiba di pulau Chios, Samos dan Lysfos Maltini.

Sejak kesepakan Turki-Eropa pada tanggal 20 Maret 2016, para pengungsi telah tertahan di pulau-pulau Yunani hingga selesainya proses suaka dan keputusan dalam permasalahan tersebut. Para pengungsi di pindahkan ke daratan Yunani setelah keputusan tersebut selesai disejutui.

Sejumlah pesan telah diterima oleh kelompok kerja untuk orang Palestina di Suriah. Surat-surat tersebutn berasal dari keluarga-keluarga Palestina di Suriah yang bermigrasi ke Libanon. Mereka mengeluhkan kondisi kemanusiaan yang menyedihkan, di semua tingkat kehidupan, ekonomi dan sosial. Hal ini diakibatkan tidak adanya pemberian sumber keuangan dan pengabaian lembaga bantuan dan asosiasi amal serta pemberian bantuan kepada mereka.



Sumber : http://www.aspacpalestine.com/id

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan