Hari Pangan Sedunia, Gaza Kehilangan 80% Ketahanan Pangan


Istanbul – Lembaga Gazi Distek berkantor di Turki menegaskan, Jalur Gaza tercatat kekurangan ketahanan pangan paling parah sedunia hingga mencapai 80% akibat blokade Israel lebih dari 11 tahun. Dalam keterangannya hari ini Senin bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia yang bertepatan dengan pendirian resmi Organisasi Pangan Sedunia (FAO) tahun 1945, Lembaga Turki ini mengisyaratkan, kekerasan dan tindakan permusuhan Israel terhadap sektor pertanian menyebabkan defisit produk pertanian yang mencapai 27%.

Selain itu, defisit dalam kekayaan ternak dan ikan mencapai 54%, perusakan sekitar 800 sumur air untuk pertanian disamping perusakan lebih dari 30% lahan pertanian. Lembaga ini menyerukan FAO agar berperan lebih di Gaza dan berkoordinasi dengan pihak-pihak donor untuk melakukan intervensi segera memberikan bantuan dan merehabilitasi pertanian di Jalur Gaza dan sektor peternakan.

Lembaga Gazi meminta agar dunia menekan Israel penjajah memberikan izin kepada nelayan Jalur Gaza untuk melaut hingga radius 20 mil seperti yang sudah diteken dalam perjanjian Oslo.

Meski ada usaha internasional untuk mengurangi persoalan kelaparan di dunia sampai kepada tingkat terendah, namun masih ada 805 juta manusia di dunia yang tidak memiliki makanan yang cukup untuk bisa hidup sehat, atau 1 dari 9 warga dunia. Sebagian mereka yang kekurangan ini hidup di negara berkembang. (yp/knrp)



Sumber: infopalestina

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan