Serangan dan Pelanggaran Israel di al-Aqsha Tahun 1967-2000an



Al-Quds – Langkah penjajah Zionis Israel untuk mendirikan pintu-pintu elektronik dan penghalang besi di gerbang-gerbang masjid al-Aqsha, bukanlah satu-satunya serangan dan pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan penjajah Zionis di masjid al-Aqsha yang diduduki sejak tahun 1967.

Sejak pendudukan al-Quds timur pada tahun 1967, masjid al-Aqsha dan mushala-mushala yang ada di area masjid mengalami banyak insiden kekerasan dan pelanggaran yang dilakukan penjajah Zionis Israel. Bentuk serangan dan pelanggaran yang terjadi di area masjid al-Aqsha beragam mulai penyerbuan yang dilakukan para menteri dan anggota parlemen Knesset, anggota polisi dan para pemukim pendatang Yahudi, serta upaya mereka untuk melakukan ritual keagamaan di dalamnya, yang memprovokasi perasaan para jamaah yang bersiaga di dalamnya secara khusus dan warga Palestina pada umumnya. Ditambah lagi serangkaian keputusan yang dibuat penjajah Zionis yang dirancang untuk mendominasi dan membagi masjid al-Aqsha secara waktu dan tempat antara kaum Muslimin dan Yahudi.

Berikut ini adalah ringkasan dari ratusan serangan dan pelanggaran yang dilakukan penjajah Zionis Israel di masjid al-Aqsha:

* 7 Juni 1967: Jenderal Mordechai Gur besama tentaranya memasuki Masjid al-Aqsha pada hari ketiga awal perang tahun 1967. Mereka mengibarkan bendera Zionis di Kubah Shakhrah dan membakar mushaf-mushaf Al-Quran. Mereka melarang jamaah shalat di dalam Masjid Al-Aqsha dan menyita kunci pintu-pintu masjid.

* 15 Juni 1967: Kepala Rabbi senior di tentara Zionis, Shalomo Goren bersama lima puluh pengikutnya menggelar ritual di area Masjid Al-Aqsha.

* Tahun 1968: Penjajah Zionis mengeluarkan keputusan untuk menyita tanah Palestina di di al-Quds dan propertinya. Mereka mengklaim bahwa itu tanah tersebut adalah "tanah negara" meskipun ada para pemilik aslinya. Selanjutnya, sejak saat itu tanah-tanah tersebut disita dalam konteks keputusan untuk menyita tanah seluas 3345 hektar.

* 21 Agustus 1969: terjadi pembakaran Masjid Al-Aqsha dan penangkapan seorang turis Yahudi asal Australia atas aksi pembakaran yang dilakukan.

* 2 November 1969: Wakil Presiden Zionis Israel "Eival Alon" dan pembantunya menyerbu Masjid Al-Aqsha.

* 28 Januari 1976: Pengadilan Pusat Israel memutuskan bahwa orang Yahudi memiliki hak untuk beribadah di dalam Masjid Al-Aqsha.

* 13 Januari 1981: Para anggota gerakan "Temple Mount Faithful" dan kelompok-kelompok lain menyerbu Masjid AL-Aqsha dan mengibarkan bendera Zionis dengan Taurat.

* 28 Agustus 1981: Ditermuka terowongan yang digali penjajah Zionis di sepanjang bahwa Masjid Al-Aqsha dimulai dari Tembok al-Buraq (tembok barat Masjid Al-Aqsha yang kemudian dirubah oleh penjajah Zionis sebagai “Tembok Ratapan”).

* 24 Februari 1982: Ketua Gerakan “Temple Mount Faithful”, Guoshun Salmon menyerbu masuk area Masjid Al-Aqsha.

* 11 April 1982: Seorang prajurit Zionis bernama "Harry Goldman" melepaskan tembakan secara membabi buta di dalam Masjid Al-Aqsha, yang menyebabkan dua orang Palestina gugur dan lebih dari enam puluh orang lainnya luka-luka.

* 25 Juli 1982: Salah seorang aktivis gerakan Kach, "Yoel Lerner", ditangkap setelah merencanakan aksi untuk meledakkan masjid Kubah Shakhrah.

* 20 Januari 1983: Pembentukan sebuah gerakan ekstremis di "Israel" dan AS yang misinya adalah untuk membangun kembali “Temple Mount” di lokasi Masjid Al-Aqsha.

* 26 Januari 1984: Dua orang Yahudi memasuki Masjid Al-Aqsha dengan membawa peledak dan granat tangan dalam jumlah besar untuk meledakkan masjid Kubah Shakhrah.

* 11 Maret 1997: Jaksa Agung senbagai penasehat hukum pemerintah Zionis Israel mengizinkan orang-orang Yahudi untuk beribadah di dalam Masjid Al-Aqsha setelah berkoordinasi dengan polisi Zionis.

* 31 Agustus 1997: Teruangkap adanya rencana Zionis untuk membongkar istana Umayyah yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsha dan melakukan perluasan “Tembok Ratapan”.

* 11 Januari 2000: Mahkamah Agung Zionis memutuskan bahwa tingkat politik bertanggung jawab untuk memutuskan dalam persoalan Masjid Al-Aqsha.

* 28 September 2000: Ariel Sharon menyerbu Masjid Al-Aqsha, peristiwa yang kemudian memicu meletusnya Intifadhah Al-Aqsha.

* 29 September 2000: Pasukan penjajah Zionis Israel melakukan pembantaian baru terhadap jamaah di Masjid Al-Aqsha yang mengakibatkan puluhanan jamaah gugur dan luka-luka.

* 2 Maret 2001: Para anggota Gerakan “Temple Mount Faithful” mengajukan tuntutan ke Mahkamah Agung yang menuntut agar mewajibkan Waqf Islam untuk menghentikan pekerjaan restorasi Masjid Al-Aqsha.

* 18 April 2001: Israel mendirikan sebuah museum Yahudi di dekat Masjid Al-Aqsha.

* 8 Mei 2001: Perdana Menteri Israel Ariel Sharon membentuk komisi tingkat menteri untuk mempersiapkan mekanisme yang memungkinkan orang-orang Yahudi dan wisatawan asing masuk ke Masjid Al-Aqsha.

* 7 Juli 2001: Pemerintah Israel mencegah masuknya bahan bangunan ke dalam Masjid Al-Aqsha dan mencegah renovasi masjid.

* 31 Januari 2003: Sebuah perusahaan Zionis memasang stiker gambar Masjid AL-Aqsha pada botol vodka.

* 9 September 2004: Rabi permukiman Yahudi Tekoa, Menachem Froman,menggelar upacara pernikahan anaknya di dalam Al-Aqsha, yang diwarnai acara minum minuman keras dan anggur.

* 4 April 2005: Polisi penjajah Zionis Israel menyebar rincian rencana yang mencakup pemasangan alat sensor gerak dan kamera di sekitar maksimal.

* 1 April 2005: Presiden Israel Moshe Katsav meminta agar orang-orang Yahudi bisa memasuki Masjid Al-Aqsha seperti yung terjadi di Masjid Ibrahimi di Hebron.

* 8 Februari 2006: Departemen Pendirikan dan Pengajaran Penjajah Zionis dan Jewish Agency mendistribusikan ribuan salinan peta Kota Tua Al-Quds dan memasang sebuah gambar di peta tersebut miniatur Solomon Temple yang mereka klaim di lokasi Kubah Shakhrah.

* 12 Oktober 2008: Penjajah Zionis membuka sebuah sinagog Yahudi di tanah wakaf sejauh lima puluh meter dari Masjid Al-Aqsha.

* 20 Februari 2009: Seorang pemukim Yahudi bersenjata mencoba masuk ke Masjid Al-Aqsha dari atap rumah-rumah dekat Masjid Al-Aqsha.

* 15 Mar 2010: Pembukaan Sinagog al-Kharab di sebelah Masjid Al-Aqsha.

* 3 April 2010: Penjajah Zionis mengumumkan rencana pembangunan sinagoga besar yang disebut "The Pride of Israel" yang berjarak hanya dua ratus meter dari Masjid Al-Aqsha.

* 25 Mei 2010: Untuk pertama kalinya Polisi Israel memperbolehkan salah seorang rabi Yahudi dari kelompok ultra-Ortodoks menggelar ritual ibadah Yahudi secara penuh dan sujud secara penuh ke Kubah Shakhrah sepanjang siang hari.

* 21 Juli 2010: Anggota parlemen dari partai Likud, Danny Danon, dan sejumlah anggota parlemen lainnya menyerbu masuk Masjid Al-Aqsha.

* 20 Desember 2010: Penangkapan seorang pemukim Yahudi yang berusaha masuk ke Masjid Al-Aqsha dengan membawa bahan peledak untuk diletakkan di Masjid Al-Qibli di dalam area Masjid Al-Aqsha.

* 20 Agustus 2011: Pasukan penjajah Zionis Israel menyerang massa jamaah yang berkumpul di depan gerbang Kota Tua di Al-Quds, setelah mereka dicegah memasuki Masjid Al-Aqsha.

* 18 September 2011: Kelompok-kelompok kecil Yahudi secara berturut-turut menyerbu Masjid Al-Aqsha. Dengan dikawal pasukan bersenjata lengkap dari polisi Israel, mereka berjalan-jalan di koridor-koridor masjid di tengah-tengah pengerahan pasukan militer yang intensif di sekitar gerbang-gerbang luar masjid.

* 8 Januari 2012: Sekelompok tentara penjajah Zionis, didampingi seorang anggota intelijen Zionis, menyerbu masuk Masjid Al-Aqsha, dengan mengenakan seragam militer dan berkeliaran di tengah-tengah provokasi keamanan yang intens.

* 27 September 2012: Polisi penjajah Zionis Israel menangkap salah satu siswa Serambi Ilmu di dalam Masjid Al-Aqsha dan mengusir 6 siswa lainnya. Setelah itu sekelompok orang Yahudi berkeliaran di seluruh penjuru masjid.

* Pada tahun 2013: Pasukan penjajah Zionis Israel mencegah sekelompok pelajar perempuan memasuki salah satu kelompok Serambi Ilmu di Masjid Al-Aqsha pada awal bulan April.

* 28 Januari 2014: Penjaga Masjid Al-Aqsha menggagalkan upaya sekelompok pemukim Yahudi yang memasukkan bendera Israel ke dalam masjid.

* 16 Maret 2014: Pasukan khusus Zionis Israel menyerbu Masjid Al-Aqsha melalui pintu Silsilah. Mereka mengepung para jamaah dan menyerang jamaah yang bersiaga di dalam masjid dengan tembakan meriam suara dan peluru karet.

* 16 April 2014: Pasukan penjajah Zionis menyerbu pelataran Masjid Al-Aqsha dan memberondorngkan tembakan meriam suara, asap dan air mata ke arah jamaah. Serangan ini mengakibatkan 25 jamaah cedera. 
(besambung..)



Sumber : https://melayu.palinfo.com/5380

@Copyright Pusat Informasi Palestina, All right reserved

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan