Aksi Bela Al-Aqsha, Palestina Terus Melawan, 3 Syuhada Gugur 440 Luka




Al-Quds – Tiga pemuda Palestina gugur syahid kemarin Jumat dan sedikitnya 440 lainnya terluka akibat tembakan pasukan Israel dalam aksi unjuk rasa di penjuru Al-Quds, Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina dalam keterangan persnya menegaskan, sebanyak tiga Palestina gugur syahid dalam bentrokan dengan pasukan Israel. Salah satu korban gugur akibat tembakan dari warga sipil bersenjata Israel dan lainnya karena peluru tentara Israel.

Salah satu korban, Muhammad Lafi gugur karena luka akibat tembakan peluru tajam di wilayah Qalb di perkampungan Abu Deis, Al-Quds timur. Korban lain, Muhammad Hasan Abu Ghanam dalam bentrokan di perkampungan Thur di Al-Quds dan Muhammad Tanuh gugur setelah terluka di bagian kepala di kampung Abu Timur Al-Quds.


Sementara itu korban luka dalam sejumlah bentrokan di Tepi Barat, Al-Quds, dan Jalur Gaza mencapai 440. Sebelumnya, Bulan Sabit Merah Palestina menyebutkan, sebanyak 391 warga terluka dalam bentrokan sengit di Tepi Barat dan Al-Quds dan data Kemenkes sebanyak 41 terluka di Jalur Gaza.

Sumber-sumber Palestina menyebutkan, pasukan Israel menculik 6 pemuda Palestina di kampung Wadi Jouz di Al-Quds.

Club Pengacara Tawanan Palestina menyebutkan, pasukan Israel menangkap 21 warga di Tepi Barat dan Al-Quds dalam bentrokan dengan pasukan Israel usai shalat Jumat menentang gerbang dan pintu elektrik yang dipasang Israel di Al-Aqsha.

Sebelum ditangkap, 10 pemuda asal Al-Quds menjadi korban penganiaan polisi dan tentara Israel. sebagiannya adalah mantan tawanan Mu’taz Saidah.

Usai shalat Jumat di Al-Aqsha, ribuan warga Palestina berkerumun di dekat tembok Kota Tua di Al-Quds setelah dilarang melintas. Mereka berdemo menolak gerbang elektrik di Al-Aqsha. Sejumlah warga di sana terluka akibat bentrokan dengan Israel.

Di Gaza, warga berunjuk rasa dekat perbatasan wilayah dengan Israel menolak blokade dan membela Al-Aqsha.

Pada hari Jumat minggu lalu (14/7) Israel menutup Al-Aqsha dan melarang shalat Jumat di sana untuk pertama kalinya sejak seperempat abad setelah tiga orang Palestina melakukan serangan ke polisi Israel yang menewaskan dua polisi Israel dan melukai lainnya.

Ahad berikutnya, Israel membuka sebagian pintu Al-Aqsha namun mensyaratkan lewat gerbang elektrik yang diperiksa secara ketat dan otomatis. Tindakan Israel ini dikecam oleh tokoh dan rakyat Palestina menolak langkah Israel ini yang akan mengubah status quo di Al-Quds dan Al-Aqsha. (at/pip)


Sumber: https://melayu.palinfo.com/

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan