Laporan: Krisis Pendidikan di Kalangan Pengungsi Palestina Suriah



London - Laporan dari kelompok kerja Palestina untuk Suriah pada Selasa (28/2) melaporkan tentang proses belajar-mengajar di kalangan pengungsi Palestina di Suriah, akibat kondisi negeri yang masih carut marut sejak tahun 2011 lalu, mengakibatkan sejumlah sekolah tutup. Jumlah warga yang berkemampuan untuk mengajar mengalami kemunduran, dari sebelum perang mencapai 95 % maka pada tahun 2015 hanya mencapai 75% saja.

Sebelumnya, badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA mengumumkan, jumwal siswa Palestina yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah mereka terus meningkat, sebagai akibat dari meningkatnya jumlah warga miskin dan pengangguran. Kebanyakan mereka bahkan tak mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka seperti makanan dan minuman. Apalagi untuk bertempat tinggal, karena hampir semua rumah yang ada hancur rata dengan tanah.

Pendidikan adalah salah satu prioritas yang diberikan UNRWA kepada para pengungsi Palestina di Suriah. Program pendidikan di Suriah menliputi 118 sekolah dasar sebelum perang. Kini hanya tinggal 42 sekolah saja yang masih bekerja. Kemudian kementerin pendidikan Suriah menyumbang 43 sekolah lagi melalui UNRWA.

Konflik di Suriah telah menyebabkan para pemuda, anak-anak usia sekolah, kehilangan kesempatan belajar. Ketakutan atas penangkapan atau korban pembantaian menjadi penyebab utama mereka tak sekolah. Bahkan banyak dari mereka tak ikut ujian sekolah, karena khawatir masalah keamanan.

Menurut data yang ada, 108 pengungsi dibantai secara sadis sejak konflik berkecamuk di Suriah hingga 27 Februari kemarin. 89 orang diantaranya dihabisi di lapangan. 17 orang yang aktif dalam kelompok milisi tentara pembebasan diculik pada pertengahan tahun 2012, saat mereka pulang dari kamp militer ke kamp pengungsian di Aleppo. Satu bulan setelah penangkapan tersebut, mereka dihabisi secara biadab oleh tentara rezim Suriah.

Kebanyakan dari korban Palestina dihabisi oleh pihak-pihak yang bertikai di Suriah. Ada yang dihabisi oleh tentara rezim atau kelompok bersenjata yang loyal pada pemerintah. Ada juga yang dihabisi oleh kelompok oposisi. Bahkan ada yang dibunuh oleh kelompoknya Jubhah Nushrah dan ISIS.

Menurut data, jumlah pengungsi Palestina di Suriah yang masih tertinggal di sana mencapai 3452 orang. Mereka terdiri dari wanita, anak-anak, orang tua dan yang cacat.


Sumber : melayu.palinfo.com

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan