Israel Kembali Bahas UU Larangan Adzan


Nazaret - Radio Zionis melaporkan, komisi undang-undang dan departemen Zionis Ahad depan akan kembali membahas teks perubahan undang-undang tentang peraturan penggunaan pengeras suara ketika adzan.

Dalam teks yang baru disebutkan, ada pengecualian penggunaan terompet sebagai tanda dimulainya hari sacral bagi mereka yaitu hari Sabtu yang merupakan hari libur bagi bangsa yahudi.

Sebelumnya, komisi bidang draft undang-undang telah menyetujui draft undang namun belum sempat ditawarkan untuk devoting di parlemen Israel karena banyaknya yang protes di kalangan partai agamis yahudi.

Sumber Israel Hayom menyebutkan, teks yang terbaru ini, khususu untuk mengatur adzan yang disampaikan aleg Mutee Yogev dari partai Bet Yahudi bersama ketua koalisi David Betan daro Likud. UU ini melarang kumandang adzan waktu malam saja, saat mana partai-partai agama yahudi memperbolehkanya.

Sejumlah media Zionis mengungkapkan, draft undang-undang mencakup penerapan denda uang bagi siapa yang melanggarnya. Berdasarkan pernyataan menteri keamanan Israel Gilad Jordania yang dilansir Zionis menyebutkan, tidak ada keperluanya untuk melanjutkan draft ini. Karena UU ini sudah diterapkan saat ini. Kepolisian berwenang menerapkan uu tersebut.

Disebutkan, kepolisian Zionis telah menerapkan undang-undang ini dalam beberapa keadaan di sejumlah masjid terdekat dengan permukiman Zionis, dimana suaranya dipelankan. Maka usulan terakhir sudah disetujui sejak tahun 1992 dimana ada larangan menggunakan pengeras suara antara jam 11 sores hingga jam 7 pagi. Tujuanya adalah mengetatkan peraturan undang-undang tentang pembatasan penggunaan pengeras suara di masjid-masjid.


Sumber : https://melayu.palinfo.com/

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan