Februari, Bulan Produktif Sebarkan Kabarkan Palestina






Samarinda - Februari menjadi bulan produktif untuk KNRP Kaltim memberitakan kabar Palestina di berbagai tempat di Samarinda. Bekerjasama dengan Universitas dan instansi, acara yang digelar juga telah menjadi ajang silaturrahim. Kajian Palestina telah digelar di 3 tempat 3 pekan terakhir.

Kamis (9/2) Kajian Palestina untuk kali ketiga diselenggarakan di Masjid Ardinurrasyid kompleks POLNES Samarinda. Selanjutnya KAMMI IAIN memberikan kesempatan mahasiswa IAIN Samarinda untuk mengikuti Kajian Palestina pada Rabu (15/2). Dan kemarin Ahad (19/2) di Aula Rembulan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie dengan 204 peserta ikut dalam Kajian Palestina.

Untuk kesekian kalinya, Ustadz Ahmad Eka Bayu telah menjadi pembicara. Kajian membahas tentang 7 Keajaiban Bumi Palestina dan kondisi rakyat Palestina yang jatuh bangun mempertahankan tanah airnya.

Ustadz Bayu menjelaskan apa kontribusi terbaik rakyat Indonesia untuk Palestina. “Jika kita ikut berjihad mengangkat senjata menuju Palestina, banyak dari kita yang tidak akan sanggup dengan persyaratannya yaitu hapal Al-Quran 30 juz. Jika kita hanya mendoakan saja, justru kita yang patut di doakan oleh rakyat Palestina sebab banyaknya penghapal Al-Quran dan mujahid perang disana yang doanya lebih makbul. Maka hanya dengan jihad hartalah yang menjadi pilihan terbaik menjadi untuk membantu,” ungkap Ustadz Bayu.

Di pamungkas acara, tim Kajian Palestina memperlihatkan video perjuangan muslim Palestina saat akan menunaikan sholat di Masjid Al Aqsha. Mereka harus sampai dorong-dorongan dengan tentara Zionis hingga berdarah-darah karena terkena pukulan. Ustadz Bayu menegaskan, hal yang paling penting bagi Palestina adalah dibebaskannya hak-hak umat islam dalam memiliki masjid Al-Aqsha kembali dan itu adalah tugas seluruh umat Islam sedunia untuk memperjuangkannya. Rakyat Palestina sangat berterimakasih atas kesetiaan Indonesia yang selama ini ikut memperjuangkan kemerdekaan Masjidil Aqsha.

Kurang lebih total peserta 350 telah menghadiri kajian dalam 3 pekan. Mereka telah memberikan donasi melalui sunduq dan berkomitmen menjadi donator tetap. (mn/knrpkaltim)

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan