Jajak Pendapat: 63% Nilai Israel Negara Rasis


Al-Quds – Sebuah jajak pendapat menyatakan, sebanyak 95% warga Palestina di wilayah jajahan 1948 (wilayah Palestina 1948 adalah wilayah dimana didirikan negara Israel atau 77% dari keseluruhan wilayah Palestina selain Tepi Barat, Al-Quds dan Jalur Gaza) merasakan tindakan diskriminasi dan tidak ada persamaan hak dan hanya 5% saja merasakan menikmati hak persamaan dengan warga lainnya di ‘negara’ Israel. Sementara itu, sebanyak 63% di antara mereka menilai ‘negara’ Israel adalah negara rasis diskriminatif terkait dengan penyikapan terhadap hak-hak rakyat Palestina.

Dalam jajak pendapat yang digelar sebuah lembaga studi Israel usai penggusuran dan kekerasan di desa Ummu Hairah di Negev yang menyebabkan seorang warga Palestina gugur dan polisi Israel tewas seperti dilansir Maarev bahwa 26% warga Palestina 1948 menyatakan rela dengan kinerja fraksi Arab di Knesset dan 32% lainnya tidak rela.

Jajak pendapat dilakukan terhadap 182 orang yang usianya antara 18-72 tahun usai kejadian berdarah di Ummu Hairan di Negev, Palestina 1948. Namun sepertiga warga Palestina 1948 tidak melihat ada partai politik sebagai representasi dari sikap politik dan social mereka.

Terkait aksi penggusuran rumah-rumah warga Palestina oleh Israel, sebagian besar warga 1948 sebanyak 97% menolak politik Israel ini, 15% saja menilai itu sebagai langkah untuk mengatur bangunan yang tidak memiliki izin bangunan.

Sebanyak 50% responden jajak pendapat menilai ada motiv politik dan rasis di balik aksi penggusuran rumah-rumah warga Palestina 1948.


Sumber : melayu.palinfo.com

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan