Israel Perberat Sangsi untuk Mengusir Penduduk Asli al-Quds


Al-Quds – Empat lembaga HAM Palestina mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap vonis-vonis baru yang semakin dierberat terhadap warga Palestina di al-Quds. Lembaga-lembaga HAM ini hal itu dilakukan penjajah penjajah Zionis sebagai bagian dari rencana pengusiran penduduk asli al-Quds dari kota tersebut.

Empat lembaga HAM Pusat Kerja Masyarakat Universitas al-Quds, lembaga HAM al-Haq, lembaga HAM Badil dan lembaga HAM adh-Dhamir, pada hari Ahad (22/1/2017) mengeluarkan pernyataan bersama. Mereka mengatakan, “Otoritas penjajah Zionis memberlakukan hukuman dan sangsi berlebihan terhadap para pemuda Palestina di al-Quds timur. Kebijakan ini harus dilihat sebagai bagian dari tindakan represif yang diperluas dengan tujuan menciptakan lingkungan keras untuk mengusur penduduk asil dan menghukum orang-orang Palestina di al-Quds secara kolektif karena mereka menolak kebijakan imperialisme Zionis.

Selama tahun 2015 pemerintah Zionis mengadopsi sejumlah langkah represif yang berisi sangsi-sangsi berlebihan dengan target para pelaku aksi pelemparan batu dan keluarga mereka. Hukuman terenda 4 tahun hingga maksimal mencapai 20 tahun. Ditambah sangsi lain berupa pencabutan kartu identitas sebagai warga al-Quds, penghancuran rumah-rumah dan penyitaan properti.

Kondisi berat yang dialami warga al-Quds ini menuntut perhatian segera dari masyarakat internasional dan menuntut mobilitas serius untuk menghentikan pelannggaran HAM yang dilakukan penjajah Zioni terhadap rakyat Palestina.


Sumber : melayu.palinfo.com

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan