Zionis Seenaknya Alihkan Kepemilikan Rumah Palestina kepada Yahudi


Al-Quds – Makhamah Tinggi Israel kemarin sore Selasa (20/12) kemarin mengeluarkan keputusan mengalihkan kepemilikan rumah warga Palestina di kota Al-Quds kepada warga pemukim Yahudi.

Pemilik rumah, Ahmad Shab Laban mengatakan, mahkamah Israel mengeluarkan keputusan kemarin agar orang tuanya tetap berada di rumahnya di wilayah Aqbah Khalidiah di kota tua Al-Quds selama 10 tahun dari sekarang namun anak-anaknya tidak boleh tinggal di rumah tersebut.

Ia menambahkan, setelah 10 tahun nantinya, rumah tersebut akan berpindah tangan untuk dijadikan bagian dari pemukiman Yahudi di jantung kota Tua Al-Quds.

Keputusan Mahkamah Israel ini diambil dalam sidang penijauan kembali yang diajukan oleh keluarga Shab Laban atas keputusan pengadilan di tahun 2014 agar rumah mereka dikosongkan untuk kepentingan pemukiman.

Di pengadilan ini mereka menghadapi lembaga-lembaga pemukiman Yahudi yang menuntut agar keluarga Shab Laban. Sementara pemerintah Israel sendiri melakukan berbagai kebijakan yang mengekang mereka seperti dilarang memperbaiki rumah selama sejak tahun 1970an. Di tahun 1980an warga pemukim Yahudi pernah menutup paksa rumah tersebut.

Di tahun 2010, pemerintah Israel memberikan kepemilikan rumah tersebut kepada lembaga Yahudi Galtezia yang mengklaim rumah tersebut milik yahudi dan wakaf yahudi sejak lama.

Namun keluarga Shab Laban tak pernah menyerah menghadapi makar Israel ini. Selama 20 tahun mereka terlibat perang di pengadilan sampai mereka bisa tinggal sampai saat ini.

Menurut data resmi dari Biro Kemanusiaan PBB (OCHA), sedikitnya 180 keluarga Palestina di Al-Quds mengadapi pengusiran paksa dari rumah mereka karena tuntutan yang diajukan warga penjajah Yahudi dan lembaga pemukimannya dengan alasan rumah mereka ini bukan milik mereka atau karena mereka menyewa asset lindung milik yahudi.


Sumber : melayu.palinfo.com

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan