Israel Buka Terowongan Baru di Silwan Selatan, Rumah Warga retak-retak


Al-Quds – Hari Selasa (27/12) pemerintah penjajah Zionis membuka terowongan baru di kampung Wadi Halwa di desa Silwan al-Quds, tepatnya di selatan masjid al-Aqsha. Pembukaan terowongan ini bersamaan dengan munculnya retakan-retakan di rumah-rumah dan jalan-jalan di kampung tersebut.



Pusat Informasi Wadi Halwa di Silwan mengatakan, Menteri Kebudayaan Zionis Miri Regev, Walikota Zionis di al-Quds Nir Barkat, Direktur Asosiasi Pemukiman Yahudi “Elad” David Perry dan sejumlah rabi Yahudi pada hari Selasa malam, kemarin, membuka sebuah terowongan di kampung Wadi Halwa di desa Silwan. Mereka juga menggelar upacara dan menyalakan lilin di dalamnya bertepatan dengan hari besar Yahudi “Hanoka”.

Pasukan khusus Zionis dan satpan pemukim Yahudi Selasa sore menyebar di kampung Wadi Halwa dan menutup sebagian persimpangan jalan bersamaan dengan pembukaan terowongan permukiman tersebut.

Saat menteri kebudayaan Zionis dan pejabat yang menyertainya tiba, terjadi dorong-dorongan antara pasukan penjajah Zionis dengan penduduk yang menolak keberaan mereka di lapangan Wadi Halwa dan berusaha mengeluarkan mereka.

Pusat Informasi Wadi Halwa mengatakan, dua tahun yang lalu otoritas arkeologi Zionis dan organisasi permukiman Yahudi Elad memulai pekerjaan terowongan ini dan menggalinya, ke arah utara 70 meter dan ke arah selatan 70 meter, berpusat di tengah kampung Wadi Halwa, menuju ke arah area pintu barat masjid al-Aqsha, yang berada di gerbang kampung Wadi Halwa.

Pembukaan terowongan dan berlanjutnya pekerjaan di terowongan di bawah kampung Wadi Halwa ini telah mengabaikan keselamatan penduduk Palestina. Hal ini terbukti dengan mulai munculnya retakan-retakan baru dan luas di sejumlah rumah.

Retakan-retakan baru ini muncul pada hari Selasa kemarin di sebagian besar kamar rumah selain meluasnya retakan lama di 40 rumah di kampung tersebut, ditambah retakan yang bertambah setiap hari di jalan utama kampung.

Pusat Informasi Wadi Halwa menjelaskan, retakan-retakan luas, celah-celah serta longsor muncul di wilayah baru di fasilitas-fasilitas kampung, ditambah meluasnya retakan-retakan lama. Hal itu bersamaan dengan bertambahnya pengerukan tanah dalam jumlah besar akibat penggalian yang dilakukan penjajah Zionis di bawah kampung tersebut dan berlanjutnya pekerjaan penggalian dengan menggunakan perlatan listrik dan tangan sepanjang waktu.

Retakan dan longsor sebelumnya hanya muncul di fasilitas-fasilita dan jalan-jalan kampung Wadi Halwa pada musim panas saja. Namun belakangan ini retakan-retakan lama meluas dan muncul retakan lain yang baru sepanjang tahun 2016. Hal ini membuktikan intensifikasi otoritas Palestina dalam melakukan aksi penggalian terowongan di bawah kampung. Tindakan ini mengancam fasilitas-fasiltias kampung dalam bahaya longsor kapan saja.

Otoritas penjajah Zionis telah memulai pekerjaan penggalian terowongan-terowongan di bawah kampung tersebut sejak tahun 2007. Setelah penduduk membawa masalah ini ke pengadilan dan berhasil meminta diterbitkannya perintah penghentian pekerjaan di bawah rumah-rumah mereka selama 14 bulan, setelah itu organisasi-organisasi permukiman Yahudi berhasil meminta diterbitkannya keputusan yang mengizinkan dilanjutkannya pekerjaan penggalian dengan syarat tidak membahayakan nyawa penduduk. Namun yang terjadi di kampung tersebut adalah aksi-aksi penggalian dan pengeboran yang berkelanjutan tanpa mempertimbangkan keselamatan penduduk.

Direktur Pusat Informasi Wadi Halwa Jawad Shiyam mengatakan bahwa pembukaan terowongan ini merupakan respon Zionis terhadap resolusi DK PBB yang meminta penghentian pembangunan permukiman-permukiman Yahudi di timur al-Quds dan Tepi Barat, sekaligus pesan kepada masyarakat internasional bahwa pembangunan permukiman Yahudi terus berlanjut di kota al-Quds.

Pembukaan yang dilakukan hanya beberapa hari setelah dikeluarkannya resolusi DK PBB ini membuktikan bahwa otoritas penjajah Zionis tidak menghormati dan komitmen dengan resolusi-resolusi PBB. Jawad mempertanyakan, “Apa sikap masyarakat internasional terhadap pembukaan terowongan Zionis yang mengancam terjadinya longsor puluhan rumah penduduk hanya demi perluasan permukiman Yahudi dan proyek-proyek permukiman di kota al-Quds?”


Sumber : melayu.palinfo.com

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan