Selama Oktober, Israel Larang Adzan di Masjid Ibrahimi 86 Kali


Hebron - Laporan kemarin Selasa (1/11) menegaskan, pemerintah penjajah Israel melarang kumandang adzan di Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat bagian selatan sebanyak 86 kali selama Oktober lalu.

Laporan dari dewan pengurus Wakaf di Hebron menegaskan, prosedur Israel melarang adzan dilakukan dengan alasan mengganggu warga pemukim yang berada di bagian Yahudi yang diadakan Israel di masjid Ibrahim tersebut dengan alasan gelaran hari raya Yahudi.

Laporan menegaskan, Israel mengabaikan syiar umat Islam dan undang-undang internasional yang menjamin perlindungan terhadap tempat suci dan kebebasan warga mendatanginya.

Masjid Ibrahimi adalah tempat Nabi Ibrahim Alaihissalam yang dibagi oleh Israel di tahun 1994 menjadi dua bagian; bagian khusus umat Islam dengan area 45% dan sisanya 55% untuk warga Yahudi setelah penyerangan seorang warga pemukim yahudi yang menewaskan 29 warga Palestina saat mereka menunaikan shalat fajar pada 25 Februari 1994.

Israel mengizinkan jamaah shalat masuk di bagian khusus mereka sepanjang tahun. Sementara untuk area khusus yahudi, umat islam diperbolehkan hanya 10 hari saja dalam setahun yakni di hari raya Islam, hari jumat dan malam lailatul Qadar di bulan Ramadhan. Sementara yahudi diperbolehkan masuk ke area khusus mereka sepanjang tahun dan masuk area seluruh masjid di hari raya yahudi.

Masjid Ibrahimi terletak di Kota Tua di kota Hebron yang dikuasai oleh Israel. Sebanyak 400 orang Yahudi tinggal di sana yang dijaga oleh 1500 pasukan Israel dan juga menjaga kuburan dan pelataran makam nabi Ibrahim, Ishak, Yakub dan Yusuf di sana.

Sumber : melayu.palinfo.com

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan