Penjajah Denda Muadzin Palestina Karena Gunakan Pengeras Suara Saat Adzan


Nazaret - Selasa : Surat kabar berbahasa Ibrani, Haaretz, memberitakan pemerintah kota ‘Israel’ di kota Ludd, wilayah jajahan 1948, mendenda seorang muadzin Palestina karena menggunakan pengeras suara saat mengumandangkan adzan. Menurut Haaretz, denda sebesar US$197 itu dijatuhkan kepada Imam Mahmoud al-Far karena menggunakan pengeras suara saat mengumandangkan adzan subuh.

Otoritas pemerintah kota ‘Israel’ di Ludd mendenda muadzin tersebut karena menuduh ia melanggar UU polusi dan gangguan, yang membatasi volume pengeras suara masjid-masjid saat mengumandangkan adzan. Penerapan hukuman denda ini terjadi setelah Komite Kementerian Perundang-undangan ‘Israel’ menyetujui usulan RUU yang menuntut pelarangan penggunaan pengeras suara saat adzan. Setelah melalui sejumlah tahap di Knesset, RUU tersebut akan disahkan menjadi UU.

Namun, Menteri Kesehatan ‘Israel’ Yaakov Litzman meminta Knesset menunda pengesahan RUU tersebut. Litzman berargumentasi, frasa RUU yang sekarang ini tidak hanya akan berdampak pada penggunaan pengeras suara untuk adzan, tapi juga penggunaan sirene pada Jumat malam untuk mengumumkan hari besar Yahudi, Shabbat.

Sumber :Sahabat Al-Aqsha

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan