Pemerintah Israel Setujui UU Larangan Adzan dan Pecurian Tanah


Nazaret - Komisi Kabinet Zionis telah menyetujui dua buah UU, petama berkaitan dengan larangan suara adzan dan yang kedua diperbolehkannya pencurian tanah Palestina di Tepi Barat, yang dalam istilah Zionis adalah pemutihan permukiman-permukiman Yahudi ilegal di Tepi Barat.

Surat kabar Zionis Ha’aretz menyebutkan bahwa komisi kabinet telah menyetujui RUU yang diajukan anggota Knesset dari Partai Rumah Yahudi Moti Yogev dan anggota Knesset dari partai Israel Rumah Kami Robert Aellatov, yang isinya melarang penggunaan pengeras suara di masjid-masjid Palestina. Untuk selanjutnya kedua RUU ini akan diajukan ke Knesset untuk dilakukan pemungutan suara.

Menurut Ha’aretz, RUU ini meminta larangan adzan dengan menggunakan pengeras suara karena mengganggu warga pemukim Zionis Israel dan menyebabkan “kerusakan lingkungan”. UU ini juga memberi hak kepada polisi penjajah Zionis untuk memanggil para muadzin untuk diinterogasi dan dilakukan tindakan pidana atas mereka kemudian dikenakan denda materi.

PM Zionis Benjamin Netanyahu menunjukan dukungannya terhadap RUU rasis ini. Sementar aitu kalangan Palestina melancarkan kecaman terhadap langkah penjajah Zionis ini. Gerakan Islam di Palestina 1948 menyatakan, pihaknya tidak akan membiarkan pemerintah penjajah Zionis membungkam suara adzan. Gerakan Islam menegaskan bahwa penjajah Zionis sedang melaksanakan sebuah rencana rasis lagi fasis.

Selain RUU larangan adzan, komisi kabinet juga menyetujui RUU pemutihan koloni-koloni permukiman Yahudi yang dibangun secara ilegal di tanah Palestina di Tepi Barat. 

Sumber: melayu.palinfo.com

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan