Intelijen OP Disebut Terus Lakukan Penangkapan dan Penyiksaan


London - Organisasi HAM Arab di Inggris menegaskan bahwa dinas intelijen Otoritas Palestina (OP) terus melakukan kebijakan penangkapan, pemanggilan secara represif dan penyiksaan. Pihaknya telah mendokumentasikan puluhan kasus penyiksaan brutal yang dilakukan aparat intelijen Otoritas Palestina.

Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas harus bertanggung jawab atas keselamatan seorang mahasiswa Palestina yang ditangkap dinas intelijen Palestina pada Oktober lalu karena aktivitas kemahasiswaan.

Organisasi HAM yang bermarkas di London ini menyerukan organisasi-organisasi internasional dan sekjen PBB untuk turun tangan menekan Otoritas Palestina agar menghentikan penangkapan dan pemanggilan represif atas dasar politik, serta melakukan investigasi dalam kejahatan penyiksaan yang dilakukan para petugas dan anggota dinas keamanan secara sistematis.

Lembaga ini mengatakan bahwa pihaknya menerima pengadulan dari keluarga mahasiswa Universitas an-Najah di kota Nablus, Yaser Bilal Mahmud (20), yang ditangkap pada Oktober lalu, yang mengalami penyiksaan dari dinas intelijen Otoritas Palestina.

Pihaknya menyerukan agar Yaser Bilal segera dibebaskan, serta dihentikan tindakan dinas intelijen dan keamanan yang memburu para aktivis karena kegiatan kemahasiswaan, demo damai dan menyampaikan pendapatnya. 

Sumber : melayu.palinfo.com

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan