Di Gaza: Satu Rumah, Satu Hafidz Al-Quran


Gaza/Yusuf Bardawil - Dalam waktu dekat, harapan satu penghafal Al-Quran di setiap rumah di Gaza akan terwujud. Demikian tekas ketua umum Daarul Quran Al-Karim, Mahmud Khas. “Impian itu akan jadi kenyataan. Kita sudah dekat tujuan; satu rumah satu hafidz di Gaza untuk membentuk generasi Quran yang istimewa berbuat dan bertindak setuai dengan Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya Muhammad Shallahu alaihi wasallam,” tegas Mahmud.

Ia menambahkan, program perkemahaan Al-Quran di musim panas selama ini menjadi program paling sukses yang digelar oleh Daarul Quran dan al-Sunnah di musim panas setiap tahun. Dari sana lulus ribuan hufadz Al-Quran selama 60 hari.

Perkemahan Al-Quran ini dimanfaatkan di waktu liburan musim panas bagi para pemuda pemudi dan warga umum dalam menghafal Al-Quran dan belajar hukum-hukum yang ada di dalamnya, melatih diri untuk mendidik mental dan moral/akhlak sesuai Islam. Berkat program itu terbentuk 1000 halaqah tahfidl (penghafalan) yang tersebar di seluruh distrik Gaza dengan peserta 10.000 orang/pelajar.

Keluarga Usamah an-Naji (tiga anak ditambah ayah dan ibunya) yang seluruhnya hafal Al-Quran adalah contoh nyata hasil kerja Daarul Quran. Sehingga menghafal Al-Quran di Gaza menjadi biasa dan kebiasaan. Dimana puluhan keluarga lainnya memiliki keistimewaan yang sama.

Kepada Pusat Informasi Palestina, An-Naji mengungkapkan kebahagiaannya. “Masjid Al-Aqsha tidak akan terbebas kecuali oleh generasi Qurani yang unik dan tanda-tanda kemunculan generasi itu berasal dari Gaza.” Tegasnya.

20 Ribu Hufadz Al-Quran

Ketua Daarul Quran menjelaskan, jumlah hufadz Al-Quran di Gaza saat ini mencapai 20 ribu, 140 di antaranya menyelesaikan “tasmi’”nya dalam satu sidang dengan kesalahan hanya 10 saja. Sementara ada lebih dari 2226 halaqah tahfidz Al-Quran dengan 22 ribu peserta yang terbagi di lebih dari 1043 Pusat Tahfidz Al-Quran di seluruh distrik-distrik di Gaza.

Ada juga program-program tahfidz Al-Quran dan Sunnah untuk penyandang tuna netra dan tuna rungu dengan peserta 420 pelajar yang belajar Al-Quran menggunakan huruf braile dan aplikasi pembantu.

Ia mengisyaratkan, program paling penting yang dilucnurkan Daarul Quran setiap tahun adalah program Asy-Syafi’; menghafal Al-Quran selama dua tahun, program halaqah selama 3 tahun, ditambah sejumlah program daurah (pelatihan) ilmiah dan fiqhiyah dengan total 1449 pelatihan selama ini dengan 25 ribu peserta.

Qiraah Digital

Program lain yang paling fenomenal Daarul Quran adalah Muqroah Digital yang merupakan ruang yang dipasang computer dan internet yang betujuan mengajarkan Al-Quran jarak jauh di luar Gaza. Program ini sudah mengajarkan lebih dari 260 pelajar dari 30 negara di dunia.

Jumlah program yang dijalankan Daarul Quran selama tiga tahun terakhir mencapai 210 program dan jumlah total penghafal Al-Quran selama setengah tahun pertama 2016 sudah mencapai 1100 pelajar. (at/pip)

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan