Peta Penyebaran Pengungsi Palestina


Krisis Suriah yang meletus pasca 15 Maret 2011 berimbas negative pada hubungan Suriah – Palestina. Semakin panas situasi, warga Palestina di sana dari pengungsi dan faksi-faksi menjadi kelompok yang sangat terimbas, padahal selama ini mereka berusaha dalam posisi netral.

Di Suriah ada lebih dari 13 kamp pengungsi Palestina sebagiannya resmi dan sebagian lagi tidak resmi yang dihuni oleh sekitar setengah juta pengungsi (pencari suaka).

Di awal krisis, warga Palestina ikut terruduh sebagai salah satu dalang krisis dan peperangan. Namun mereka menyadari sebagai unsur paling lemah di sana. Ada upaya untuk menolak tudingan itu namun sia-sia seperti di Daraa dan sebagian wilayah di Ibukota Damaskus. Sebab aksi protes/unjuk rasa menjalar dalam hitungan hari ke kampung Raml Selatan di Latakiah yang berdekatan dengan kamp pengungsi Raml Palestina. Aksi protes hingga menjurus kepada pembakaran sebagian kantor pemerintahan dan partai. Sehingga dugaan ada unsur Palestina bermain dalam peristiwa ini semakin kuat.

Unsur Palestina di sana semakin dilibatkan dalam konflik dan ini berimbas kepada kehidupan pengungsi Palestina di Suriah. Sehingga mereka mau tidak mau harus berpihak.

Peristiwa semakin memanas dan tak tentu sehingga pengungsi Palestina harus mengungsi lagi di dalam wilayah Suriah untuk mencari tempat aman sementara atau ke luar negeri mencari suaka aman. Mereka yang melarikan diri ke luar Suriah, mengalami berbagai penderitaan dan diskriminasi di negeri mereka mengungsi seperti Yordania, Libanon, Mesir, Libia dan lainnya.

Sebagian mereka harus mempertaruhkan nyawa mereka dan anak-anak mereka di perahu-perahu maut dan di cek poin-cek poin internasional untuk mencari kehidupan yang aman. Sebagian mereka sampai ke daratan aman dan sebagian mereka mati ditelan ombak.

Sementara mereka yang bertahan di Suriah harus menjadi korban tewas, terluka atau terusir paksa. Sebagian besar pengungsi di kamp pengungsi Yarmouk harus mengungsi dan masih ada yang bertahan dalam isolasi yang sangat keras. Puluhan warga di sana kelaparan hingga tewas.

Di kamp pengungsi Raml Palestina di kota Latakia, pengusiran pertama terjadi pada 16 Agustus 1011 dimana militer Suriah meminta mereka meninggalkan kamp jika masih bertahan maka dianggap musuh.

Juru bicara badan PBB untuk bantuan pengungsi Palestina UNRWA, Kares Jannis menyatakan, antara 5 – 10 ribu warga kamp pengungsi Palestina di Raml meninggalkan kamp demi melarikan diri dari tembakan atau karena ditembak atas perintah pemerintah Suriah.

Kondisi pengungsi Palestina makin buruk setelah musim panas 2012 terutama di kamp pengungsi Daraa dan wilayah Hajar Aswad dan Tadhamun, barat dan timur kamp Yarmouk yang dari sana terusir lebih dari 2/3 penduduknya setelah pasukan udara Rusia menggempuar masjid Abdul Husaini yang berada di tengah-tengah kamp pada 16 Desember 2012.

Peta Penyebaran Pengungsi Palestina dari Suriah

Mesir:di era Mursi, pengungsi Palestina asal Suriah diizinkan masuk dengan dokomen izin untuk tinggal sementara di Mesir sampai krisis Suriah meredah. Namun di masa Abdul Fattah Sisi, mereka tidak diizinkan lagi.

Sementara negara-negara Eropa seperti Swedia, Norwegia menerima suaka bagi pengungsi Palestina asal Suriah ke sana. Mereka diberikan kemudahan, dukungan kemanusiaan dan bantuan hukum.

Libanon: sebelum krisis Suriah meletus, selama bertahun-tahun Libanon sudah merasa terganggu dengan keberadaan pengungsi Palestina. sejak meletusnya krisis di kamp Yarmouk ada Desember 2012, selama dua tahun berikut 2013 dan 2014, gelombang pengungsi Palestina asal Suriah ke Libanon makin besar. Kini tercatat lebih dari pengungsi Palestina asal Suriah tinggal di kamp-kamp pengungsi Palestina di Libanon yang sebenarnya sudah mengalami kepadatan. Sementara hak dan peluang mereka bekerja di Libanon sangat ketat dan sulit.

Yordania:sejak awal krisis, Yordania sudah ketat dalam memberikan izin masuk pengungsi Palestina asal Suriah ke wilayah mereka dengan alasan keamanan dan Yordania tidak mampu menampung mereka. Pengungsi Palestina asal Suriah di Yordania ditampung sebagian besarnya di Cyber City di wilayah utara berbatasan dengan Suriah di gedung rusun enam lantai yang berisi 140 ruang flat. Mereka tidak diperkenankan keluar dari wilayah itu kecuali dengan jaminan paling lama dua hari saja.

Libia: pemerintah Libia pada November 2012 melarang masuk warga Palestina asal Suriah. Data dari UNRWA menyatakan pada Februari 2015, saat ini pengungsi Palestina asal Suriah yang diizinkan masuk hanya 1100 pengungsi saja. Menurut Group Palestina Suriah, kondisi mereka sangat keras karena situasi keamanan tidak stabil. Sebagian mereka mengalami penculikan, pembunuhan dari kelompok yang berperang akibatnya sebagian mereka harus mengungsi ke Eropa.

Turki:bagi pengungsi Palestina asal Suriah, Turki hanya stasiun persingggahan saja menuju Eropa sebab negeri dinilai tidak stabil. Tidak ada dokumen resmi terkait jumlah pengungsi Palestina asal Suriah di Turki dan hanya diperkirakan antara 3000-5000 orang. Sebagian instansi pemerintah menganggap mereka seperti warga Suriah lainnya. Namun berkat upaya pendekatan lembaga sipil Palestina, persoalan pengungsi Palestina asal Suriah, pemerintah Turki mengeluarkan keputusan izin masuk dan tinggal selama tiga bulan atau setahun bagi mereka di Turki.


Korban Laut

Pengungsi Palestina asal Suriah atau pengungsi Suriah sendiri terpaksa memilih perjalanan ke Eropa melalui laut Turki, Mesir dan Libia menuju Italia untuk mencari suaka di sana. Sebagian mereka selama ke Italia. Sebagian lain lagi gagal dan ada yang ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara dengan kondisi buruk.

6 September 2014, kapal kecil yang ditumpangi 400 pengungsi Suriah dan Palestina dari Jalur Gaza tenggelam dan hanya selamat 11 orang. Pihak Group Kerja Palestina Suriah mencatat pada 2015 banyak penahanan di Mecedonia (300), Polandia (12), Serbia (29), Yunani (108), Jerman (21), Cyprus (345) dan mereka diperlakukan tidak manusiawi.


Krisis Kemanusiaan Suriah, Fakta dan Angka

Group Kerja Palestina Suriah mengeluarkan laporan dengan tajuk “Data Rincian Korban, Ditangkap dan Terusir Pengungsi Palestina di Suriah Sejak 2011 hingga 2016”; 3191 tewas oleh serangan militer, baku tembak, penyiksaan, blokade, dan tenggelam saat ke Eropa. 6% adalah anak-anak, 14% perempuan. Mereka terbagi di kamp-kamp pengungsi Palestina di Suriah seperti Daraa, Khan Danun, Khan Syekh, Sayidah Zainab, Yarmuk, Jarman, Sabaniah, Husainiah, Aidin, Homs, Ramal,

Handratura Noreb.

Sumber:

- Realita pengungsi Palestina di Suriah 2011-2015, Muhsin Muhammad Shalih, Laporan Informasi Pusat Studi Zaytouna.

- Palestina di Suriah antara Neraka dan Hilangnya Persoalan Palestina, Frantas Glasman, Guru Besar Ilmu Politik Perancis.

- Pengungsi Palestina di Suriah, Nasib Gelap, Riham Audah, Persoalan Timur Tengah The Middle East.

- Revolusi Suriah dan Dampaknya Bagi Pengungsi Palestina di Suriah, Majed Kayali “Palestina di Suriah, Fakta dan Angka” Skynews Arab

Sumber : melayu.palinfo.com

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan