Sejarah Yahudi #1


Yahudi secara etimologi:
Dari berbagai macam pendapat, satu yang paling kuat di antaranya yaitu yang mengatakan bahwa kata Yahudi bukan berasal dari suku kata bahasa Arab akan tetapi adalah sebuah nama yang dinisbatkan kepada satu suku yaitu ‘Yahudza’ yang menempati Palestina setelah kekuasaan Sulaiman ‘alaihissalam.
Karena nama (Yahudi) tidak disebutkan dalam kitab Taurat, tetapi disebutkan dalam kitab Ezra (Perjanjian Lama) dalam sebuah kisah yang menceritakan tentang pembuangan orang-orang Yehuda ke Babel, yang mana di dalam kitab perjanjian lama sebelumnya menyebut mereka dengan sebutan nama suku (Yahudza) dan Bani Israel. Setelah pembuangan tersebut orang-orang Persia menyebut mereka dengan nama Yahuda, penisbatan kepada suku mereka.

Yahudi secara istilah:
Adalah sekelompok orang yang mengaku bahwa mereka adalah pengikut nabi Musa ‘alaihissalaam.
Alqur’an sendiri telah menyebut mereka dengan sebutan: قوم موسى (Kaum Musa), بنو إسرائيل (anak cucu Israel : dinisbatkan kepada nabi Ya’qub ‘alaihissalaam), أهل كتاب  (Ahli Kitab), اليهود  (Yahudi).
Namun sebutan Yahudi dalam al-quran terdapat dalam ayat-ayat yang berisi penghinaan terhadap mereka. Allah Subhaanahu wa ta’aala berfirman: “Orang-orang Yahudi berkata “tangan Allah terbelenggu” sebenarnya tangan merekalah yang terbelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang mereka katakan itu....” [Q.S Al-ma’idah: 64]
Dan firman Allah Subhaanahu wa ta’aala dalam surat Ali ‘Imran: 67. “Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah)....”
Ayat- ayat tersebut menjadi bukti bahwa terdapat kaitan antara nama Yahudi dengan kerusakan.

Definisi Yahudiyah:
Adalah agama Musa ‘alaihissalaam agama yang (memiliki kitab) atau agama (langit), karena pengikutnya mengimani kitab samawi yang diturunkan kepada nabi Musa ‘alaihissalaam meskipun pada kenyataannya telah mereka rubah dan ganti isinya.
Para pengikut agama ini disebut (Yahudi), disebut juga (Bani Israil), tetapi tidak semua Bani Israel adalah Yahudi, Karena tidak sedikit yang masuk dalam agama nabi Musa ‘alaihissalam bukan dari keturunan Israel (Ya’qub), dan juga tidak semua orang Yahudi adalah  Israel, karena tidak sedikit juga orang Yahudi yang kemudian masuk Nasrani bahkan Islam.

Dakwah nabi Musa ‘alaihissalaam yang diterangkan dalam Al-qur’an:
Dalam keyakinan muslim, Nabi Musa ‘alaihissalaam adalah termasuk ulul ‘azmi minarrusul. Allah subhaanahu wa ta’aala telah berbincang dengannya, dan diberikan kepadanya kitab Taurat sebagai petunjuk dan cahaya.
Dan telah dituliskan dalam lembaran Taurat pelajaran dan penjelasan atas segala sesuatu.
Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman “Wahai Musa, sesungguhnya aku memilihmu daripada manusia yang lain melalui risalahKu dan berbicara secara langsung denganKu. Maka, berpegangteguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur.” [Q.S Al-A’raf: 144]
Dan Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat yang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya (yang menerangi) yang dengannya diputusakan perkara (berkaitan) orang Yahudi oleh nabi-nabi yang berserah diri kepada Allah. Dengannya pula ulama mereka dan pendeta-pendeta mereka (menjalankan hukum Allah, disebabkan mereka diamanahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya....” [Q.S Al-ma’idah: 44]
Ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa dakwah Nabi Musa ‘alaihissalaam adalah Tauhid dan mensucikan Allah dari segala bentuk kesyirikan dan kejahilan, dan menerangkan sifat-sifat Allah yang maha sempurna. Juga mengajak pada jalan lurus dengan mengamalkan keadilan di antara manusia. Seperti halnya dakwah seluruh utusan Allah subhaanahu wa ta’aalaa.
Namun saat ini agama tauhid yang dibawa nabi Musa ‘alaihissalaam telah terganti, yang mana telah menyandingkan Allah subhaanahu wa ta’aalaa dengan sesembahan lain.
Bersambung...
Dr. Mahmoud

(aspacpalestine.com)

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan