Serdadu Zionis Ditolong, Pemuda Palestina Diabaikan Hingga Tewas

Taqatqa (kiri) dan Thawabta (kanan). Foto: Quds Press

TEPI BARAT TERJAJAH, Sabtu (Electronic Intifada | Ma’an News Agency): Dua pemuda Palestina yang terluka parah tergeletak tak bergerak di tanah. Mereka dibiarkan begitu saja, tak ada upaya untuk menolong mereka. Sementara pria berseragam militer yang diduga merupakan serdadu yang ditikam dan terluka segera mendapat pertolongan. Semua itu terekam dalam sebuah video yang beredar luas. Terdengar pula dalam video seorang pria mencaci dua pemuda Palestina itu dalam bahasa Ibrani dan nampak sebilah pisau dapur di dekat tangan salah seorang dari pemuda tersebut.
Ic. Para saksi mata mengatakan, mereka ditembaki berkali-kali dan keduanya meninggal dunia. Kantor berita Ma’an memberitakan, pasukan Zionis melarang petugas paramedis gawat darurat Palestina mendekati kedua pemuda itu dan mengusir mereka. Sementara si serdadu Zionis yang mengalami luka ringan segera dibawa ke rumah sakit terdekat.
Taqatqa dan Thawabta berasal dari desa Beit Fajjar dekat kota Bayt Lahm, Tepi Barat. Usai insiden tersebut, pasukan Zionis menutup seluruh pintu masuk ke Beit Fajjar dan menginterogasi orangtua kedua pemuda yang tewas itu. Walikota Beit Fajjar, Akram Taqatqa mengatakan pada Ma’anbahwa pasukan Zionis menutup seluruh pintu masuk kota di selatan Bayt Lahm itu sejak Kamis lalu dan melarang siapapun masuk dan keluar. Dengan demikian, hingga kemarin sudah dua hari Beit Fajjar diblokade serdadu Zionis. Serdadu Zionis juga menangkap setidaknya satu orang penduduk bernama Abed Youssef Muhammad Taqatqa.
Juru bicara militer Zionis mengungkapkan, mereka tidak berencana mencabut blokade di Beit Fajjar “sebelum Ahad pagi”. Gubernur distrik Bayt Lahm, Jibril al-Bakri mengecam sanksi penjajah Zionis terhadap Beit Fajjar. Ia menegaskan, tindakan itu bisa dikategorikan sebagai “hukuman kolektif” terhadap penduduk desa yang berjumlah lebih dari 10.000 dan itu jelas melanggar hukum internasional. Hingga kini jenazah Ali Jamal Muhammad Taqatqa (19) dan Ali Abd al-Rahman al-Kar Thawabta (20) belum dikembalikan penjajah Zionis.
Bulan lalu, Beit Fajjar juga kehilangan salah seorang pemudanya. Khaled Yousif Taqatqa (21) gugur ditembak serdadu Zionis saat terjadi konfrontasi antara para demonstran dan serdadu Zionis. Para petugas medis mengatakan, mereka juga dilarang mengobati pemuda itu di tempat kejadian. Hingga akhirnya ia meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya di sebuah rumah sakit di Baitul Maqdis.
Pada November lalu, warga desa bernama Issam Thawabta (34) juga ditembak mati serdadu Zionis karena dituduh menikam seorang wanita di dekat permukiman ilegal Yahudi blok Gush Etzion, selatan Baitul Maqdis, Tepi Barat terjajah.
Sejak Intifadhah Al-Quds berkobar awal Oktober lalu, pasukan Zionis menewaskan sekitar 200 warga Palestina. Tercatat puluhan warga Palestina ditembak dan tewas saat terjadi demonstrasi. Namun, sebagian besar ditembak mati karena dituduh melakukan penikaman di instalasi militer Zionis dan permukiman ilegal Yahudi. Sejumlah video memperlihatkan pasukan Zionis menembaki warga Palestina dan membunuh mereka (termasuk anak-anak) saat mereka tergeletak di tanah dan tak bersikap mengancam jiwa para serdadu Zionis. Kelompok-kelompok HAM mengecam kebijakan tembak hingga mati yang didukung penuh para pemimpin ‘Israel’.* 
sumber : Electronic Intifada | Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan