Israel Eksekusi Pemuda di Simpang Gush Etzion, Betlehem


Bethlehem: Pasukan penjajah Zionis Israel sore kemarin Jumat (18/3) kembali mengeksekusi mati seorang pemuda Palestina dengan menembaknya secara langsung di simpang Ghus Etzion, selatan Betlehem dengan dugaan berusaha melakukan aksi penikaman. Sebelumnya pasukan Israel menangkap dua pemuda dengan dugaan yang sama di pemukiman Shaar Benjamin Utara Al-Quds.
Media massa Israel menegaskan pasukan Israel menembak Pemuda di simpang Gush Etzion setelah berusaha melakukan aksi tikam. Akibatnya pemuda tersebut tewas. Awalnya, media Israel menyebut pasukan Israel menembak seorang remaja putri.
Kementerian Kesehatan Palestina kemudian mengumukan bahwa pemuda yang gugur syahid adalah Muhammad Mahmud Ahmad Abu Fanunah (21 tahun) dari kota Hebron. Sumber-sumber Palestina menegaskan pasukan Israel menggeledah rumah syahid Abu Fanunah di pinggiran selatan Hebron dan mengintrogasi keluarganya.

Koresponden Pusat Informasi Palestina menegaskan pasukan Israel menangkap dua wartawan Hisyam Abu Sakhrah dan Umar Zawahirah dan seorang wartawan lainnya di simpang Etzion.
Gugurnya Abu banana Abu Fanuna terjadi setelah pasukan Israel - seperti yang ditegaskan oleh situs 0404 Israel – bahwa mereka berhasil menggagalkan usaha aksi penikaman di pemukiman Shaar Binyamin yang terletak di wilayah pemukiman warga Palestina dengan menangkap dua pemuda yang diklaim Israel mereka membawa pisau yang mereka miliki.  

Beberapa saat kemudian juru bicara polisi Israel Loba Samri menegaskan bahwa mereka menangkap 2 anak dibawah umur. Keduanya terlihat berjalan menuju ke sebuah kendaraan dekat kawasan industri di pemukiman Israel tersebut dengan gerakan mencurigakan. Pasukan Israel menangkap mereka beberapa saat kemudian.
Sementara itu Jumat sore pasukan Israel menyerahkan jasad syahid Mahmud Abu Fauna kepadanya keluarganya.

Lembaga bulan Bulan Sabit Merah Palestina menegaskan bahwa timnya telah mengevakuasi korban syahid ke rumah sakit pemerintah di kota Hebron.
Sebanyak 34 warga penjajah Israel tewas dan lebih dari 450 luka luka dalam rentetan aksi serangan berani mati. Lebih dari 150 usaha dan upaya aksi penikaman terjadi semenjak meletusnya Intifadhah awal Oktober tahun lalu sebagai reaksi atas meningkatnya kekerasan Israel dan penggerebekan berkali-kali yang dilakukan oleh warga Yahudi ke Masjidil Aqsa sebagai upaya untuk membagi waktu dan tempat di masjid suci tersebut. 
(infopalestina.com)

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan