40-60 Penggalian di bawah al-Aqsha untuk Hencurkan Sejarah dan Bangun Sinagog


Al-Quds – Pusat Informasi Palestina: Kebijakan Zionis terhadap masa depan kota al-Quds secara umum dan masjid al-Aqsha secara khusus, tercermin pada upaya intensif untuk merubah status hukum dan realitas politik serta pendudukan melalui pembuatan undang-undang di Parlemen Zionis Knesset dan penggalangan secara berkelanjutan untuk dilaksanakan kapapun diperlukan.
Guna menguatkan kontrol atas sejarah, kini dan yang ada datang, sejak tahun 1963 Zionisme Internasional telah membuat sebuah rencana untuk melaksanakan sekitar 60 penggalian di daerah al-Aqsha dan sekitarnya, yaitu daerah yang mereka sebut “Galangan Suci” yang meliputi masjid al-Aqsha seluas 144 hektar, Harah al-Muslimin, Harah Yahudi dan Silwan.
Banyak dokumen dan kajian menunjukkan bahwa tujuan utama dari penggalian-penggalian ini adalah untuk mengikis semua bangunan Islam yang ada di daerah ini dan menggusur sebagiannya, serta menghancurkan sebagiannya lagi sampai tidak tersisa apapun di al-Quds. Ini dari sisi proses. Adapun lahiriahnya mereka menyatakan bahwa mereka mencari pondasi Sinagog yang mereka klaim.
Meskipun penggalian-penggalian terus dilakukan, namun mereka sama sekali belum menemukan apapun jejak sinagog. Hak itu didukung oleh sebagian pakar arkeologi Yahudi sendiri, di antaranya adalah Gedeon Afni, Rony Raych, Yaer Zakovits, Tobia Sagir, Israel Fankelstein, Meir Bandov dan yang lainnya.

Awal Penggalian
Rencana penggalian ini dilaksanakan setelah tahun 1967 dari daerah area al-Barak dan kampung al-Magharibah di barat masjid al-Aqsha. Dari sana pasukan penjajah Zionis menghancurkan kampung secara keseluruhan mencakup semua properti dan peninggalan, setelah meluas hingga sampai ke jantung masjid al-Aqsha sejauh 15 meter.
Penggalian-penggalian tersebut terus berlangsung, menginfiltrasi dan masuk secara perlahan, dan antara tahun 1875 dan 1976, penjajah Zionis melenyapkan bagian dari pemakaman kaum muslimin yang di dalamnya dimakamnya jenazah para sahabat Nabi saw. Pada tahun 1977, penggalian-penggalian mereka sampai ke bawah masjid al-Nisa di dalam masjid al-Aqsha. Pada tahun 1979 penjajah Zionis memulai penggalian-penggalian baru di bawah tembok barat dekat tembok al-Barak sampai tahun 1987 dengan dibukanya sinagog Yahudi sebagai tempat ibadah sementara.
Pada tahun 1988 penggalian-penggalian bertambah menuju masjid al-Aqsha dari pintu al-Gawaimah. Penjajah Zionis mengklaim mereka menemukan peninggalan era sinagog kedua dan pada bulan Agustus tahun 1988 mereka berusaha memulai penggalian-penggalian di daerah kampung al-Wadi yang melekat dengan masjid al-Aqsha. Tujuannya adalah untuk mengosongkan tanah dan batu dari bawah masjid al-Aqsha guna menciptakan ruang kosong di bawah masjid agar bisa roboh kapanpun saat terjadi gempa. Hanya saya upaya-upaya ini mendapatkan penolakan dari penjaga masjid al-Aqsha dan warga al-Quds.

40-60 Galian
Selama tahun-tahun terakhir, otoritas penjajah Zionis melaksanakan penggalian luas yang terfokus di lima daerah. Pertama di daerah barat masjid al-Aqsha, mencakup penggalian-penggalian yang disebut jalan pintu barat (al-Magharibah)
Kedua penggalian di unjung barat laut dari area al-Barak (Yahudi menyebutnya area ratapan, red) dari daerah yang membentang dari sisi tenggara dari luar hingga sisi barat. Di sisi dilakukan penggalian-penggalian luas dan dalam, yang kemudian dirubah menjadi daerah bernama “Jalur Taurat”.
Jumlah penggalian mencapai 40 hingga 60 galian, yang saat ini terfokus di bawah pintu Silsilah, di bawah pintu al-Muthaharah, dan di bawah jalan pintu al-Magharibah. Bisa jadi penggalian sampai pada kedalaman lima meter di bawah pondasi masjid al-Aqsha dan panjang terowongan mencapai 3 ribu meter. Demikian menurut keterangan Direktur Media di Yayasan Wakaf al-Aqsha, mahmud Abu Atha.
Berdasarkan laporan yang dirilis surat kabar “Yasrael Today” pada Mei 2015 lalu, disebutkan bahwa selama bulan-bulan terakhir telah dilakukan penggalian sepanjang 60 meter di sepanjang tembok barat masjid al-Aqsha. Hal ini menyebabkan tersingkapnya puluhan batu besar yang menjadi pondasi masjid al-Aqsha.

Rencana Rahasia
Berdasarkan pantauan Yayasan Wakaf al-Aqsha, aktivitas penggalian terfokus di sisi barat masjid al-Aqsha, yang diberinama dengan istilah “terowongan barat”. Di mana otoritas penjajah Zionis melakukan sejumlah penggalian di kedalaman tanah dan dalam beberapa level, digali lantai di bawah lantai, di daerah sekitar yang melekat dengan masjdi al-Aqsha ke arah daerah bawah masjid al-Aqsha. Hal ini yang memperluas jaringan terowongan-terowongan yang digali di bawah masjid al-Aqsha dan daerah terdekat sekitarnya.
Yayasan Wakaf al-Aqsha menyatakan bahwa penggalian-penggalian ini tidak terjadi pada satu lantai saja, namun berlantai-lantai dan dari semua arah, terutama di arah timur dan di masjid al-Aqsha. Kedalaman setiap lantai dan lantai lain berbeda-beda, namun lebih dari dua meter. Penggalian-penggalian ini sepanjang lebih dari 600 meter di sisi barat masjid al-Aqsha. 
(infopalestina.com)

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan