Laporan HAM: Otoritas Palestina Cegah Demo Anti Penjajah Israel


KNRP Kaltim - Organisasi HAM Arab di Inggris mengecam keras tindakan aparat keamanan Otoritas Palestina yang mencegah demo-demo dan tindakan penangkapan di kalangan para aktivis Palestina yang melakukan aksi-aksi demo protes terhadap kejahatan penjajah Zionis dan para pemukim Yahudi di Tepi Barat.

Dalam pernyataan yang dirilis (14/10), Organisasi HAM Arab di Inggris ini menyatakan, “Meski terjadi peningkatan gelombang demo protes di Tepi Barat, al Quds dan wilayah Palestina terjajah tahun 1948, sebagai respon atas tindakan eskalatif penjajah Zionis terhadap warga Palestina, namun pimpinan Otoritas Palestina mengumumkan ke berbagai pejabat dan aparat keamanan agar mengambil semua langkah guna mencegah aksi masa (menentang penjajah Zionis).”

Terjadi sejumlah kasus yang terpusat di kota Tulkarem, Qalqilia, Hebron dan Nablus, sebagai upaya dari aparat keamanan Otoritas Palestina untuk mencegah para pemuda melaksanakan hak mereka dalam berdemo sejak meletus intifadhah al Quds dari awal Oktober lalu.

Di antara upaya tersebut adalah tindakan represif terhadap para demonstran, memburu dan memukuli mereka serta menahan sebagiannya selama beberapa jam kemudian dibebaskan. Sebabaimana yang terjadi di kota Tulkarem pada tanggal 5 dan 9 Oktober lalu. Juga penempatan pasukandi gerbang-gerbang kota untuk mencegah para pemuda tiba di lokasi demi, sebagaimana yang terjadi di kota Qalqilia pada 9 Oktober.

Dalam perkembangan langkah aparat yang mengejutkan, adalah tindakan aparat keamanan yang meminta kepada para pemilik toko di lokasi-lokasi aksi protes di kota Hebron, agar memberikan informasi tentang para pemuda yang ikut dalam demo dan menyampaikan pengaduan untuk menuntut para demonstran kepada pihak yang berwenang.

Aparat keamanan juga mecegah perusahaan-perusahaan travel di kota Nablus untuk mengangkut mahasiswa Universitas an Najah ke pos perlintasan Hiwarah, bila melanggar akan dikenai sanksi.

Berdasarkan pernyataan yang dirilis Organisasi HAM Arab di Inggris ini, sebanyak 40 warga dari berbagai propinsidi Tepi Barat, sejak 3 Oktober 2015, mengalami berbagai pelanggaran, 23 di antaranya diharuskan menghadap para direktur keamanan sesuai dengan lokasi tinggalnya, 17 di antaranya ditangkap aparat keamanan melalui penyerbuan tempat-tempat kerja atau rumah-rumah mereka, serta penggeledahan tanpa dibenarkan secara hukum.

Kebanyakan, aparat dinas keamanan tidak menyampaikan alasan penangkapan dan menolak melaksanakan keputusan pembebasan dari lembaga peradilan. Aparat keamana juga menyerang warga dengan pukulan saat melakukan penangkapan dan penyerbuan ke tempat-tempat kerja dan rumah-rumah warga.

Organisasi HAM Arab di Inggris ini menegaskan bahwa mejadi hak rakyat Palestina untuk melawan kejahatan-kejahatan penjajah Zionis dengan segala cara dan sarana yang sah sesuai dengan hukum internasional. Aparat keamanan Otoritas Palestina diinngkatkan bahwa tindakan mereka yang mirip dengan kejahatan penjajah Zionis ini merupakan pelanggaran serius terhadap kaedah-kaedah hukum internasional, khususnya perjanjian Jenewa tahun 1949. “Otoritas Palestina seharusnya memberikan arahan kepada aparatnya untuk melindungi warga dari serangan penjajah Zionis dan para pemukim Yahudi,” tegasnya.

Kaerna itu, Organisasi HAM Arab di Inggris ini menyerukan kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas agar menghentikan koordinasi keamanan dengan penjajah Zionis dan bersatu melindungi rakyat Palestina. Sekaligus melakukan upaya-upaya diplomatif untuk memberikan perlindungan kepada rakyat Palestina di tengah-tengah meningkatnya aksi pembunuhan oleh pasukan penjajah Zionis dan para pemukim Yahudi. Smbr

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan