Warga Palestina Lempari Polisi Israel dengan Batu

Bentrokan kembali terjadi di sekitar Masjidil Aqsa, Yerusalem. Bentrokan ini terjadi untuk ketiga kali dalam tiga hari berturut-turut.

Pengunjuk rasa muda Palestina berkumpul di sekitar Masjidil Aqsa dan melempari batu ke arah polisi yang berada di tempat ibadah itu. Pasukan polisi Israel dalam jumlah besar itu menanggapinya dengan granat kejut.

Sebelumnya dalam bentrokan kedua antara warga Muslim dengan polisi Israel pada Senin 14 September 2015, tiga orang ditahan polisi.

Polisi memasuki puncak gugus Masjidil Aqsa untuk memastikan bahwa pemuda Muslim yang berkumpul di sana tidak mengganggu warga Yahudi atau wisatawan pada acara berkunjung pagi. Tempat itu dianggap suci oleh orang Yahudi dan Muslim.

Kepolisian dalam pernyataannya menambahkan bahwa tiga pengunjuk rasa ditangkap dan kunjungan terus berlanjut seperti direncanakan ke tempat paling suci ketiga dalam Islam dan dihormati orang Yahudi sebagai Bukit Bait Suci.

Bukan warga Muslim diperbolehkan mengunjungi Masjidil Aqsa itu, tapi orang Yahudi tidak boleh berdoa atau menampilkan lambang negaranya karena takut memicu ketegangan dengan jamaah umat Islam.

Warga Muslim khawatir Israel akan berusaha mengubah aturan yang berlaku di Masjidil Aqsa dengan kelompok Yahudi sayap kanan yang mendorong untuk mendapatkan akses lebih banyak dan bahkan upaya oleh beberapa organisasi untuk mendirikan sebuah kuil baru.

Israel merebut Yerusalem Timur, daerah di mana Masjidil Aqsa berada, dalam Perang Enam Hari pada 1967 dan kemudian mengambil alih wilayah itu dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat dunia.
Sumber : okezone.com

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan