Tentara Israel Serbu Al-Aqsa, 20 Warga Palestina Luka

Tentara Israel menyerbu masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Minggu pagi (13/9), melukai 20 warga Palestina. Akibat penyerbuan tersebut, beberapa bagian di masjid suci ketiga umat Islam itu rusak.

Diberitakan Reuters yang mengutip petugas Al-Aqsa, Radwan Amr, 32 jendela di masjid itu hancur berantakan, pintu rusak dan karpet terbakar di 12 titik.

Tentara Israel berdalih bahwa serangan itu dilakukan untuk membalas lemparan batu dan kembang api dari para pemuda Palestina dari dalam masjid. Polisi Israel juga mengaku menemukan bom pipa di dalam masjid Al-Aqsa.

Pemuda Palestina disebut hendak mengganggu kunjungan rutin umat Yahudi ke Kuil Gunung di malam tahun baru Yahudi, Rosh Hashana.

Namun saksi mata, salah satunya Omar Kiswani, manajer Al-Aqsa, mengatakan bahwa lemparan batu dilakukan setelah sekitar 80 pemukim Yahudi yang dilindungi oleh polisi Israel menyerang masjid itu.

Saksi yang dikutip Al-Jazeera juga mengatakan bahwa polisi memasuki masjid dan melakukan perusakan, di antaranya membakar karpet masjid.

LA Times menuliskan bentrokan bermula saat polisi Israel memperbolehkan warga Yahudi memasuki komplek Al-Aqsa untuk berdoa. Berdasarkan kebijakan yang diambil Israel sejak 1967, warga Yahudi memang diperbolehkan masuk ke wilayah itu, tapi dilarang beribadah.

Polisi Israel menutup wilayah itu untuk warga Muslim Palestina saat umat Yahudi tengah beribadah, memicu kemarahan warga Palestina.

Kelompok Yahudi ultra-nasionalis sejak lama memang telah mendesak pemerintah Israel membuka wilayah itu bagi umat Yahudi untuk beribadah. Sementara itu, warga Palestina khawatir Israel akan membagi Al-Aqsa menjadi kubu Muslim dan Yahudi, dan membatasi umat Islam beribadah di masjid itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya berkomitmen menjaga status quo Al-Aqsa namun tidak akan menoleransi kekerasan. "Tugas dan hak kami untuk melawan para pelanggar hukum untuk memberikan kebebasan beribadah di situs suci ini. Kami akan menindak tegas para pelempar batu, kembang api dan bom pipa," kata Netanyahu.

Tindakan aparat Israel di Al-Aqsa kemarin menuai kecaman dari pemerintahan Mahmoud Abbas. "Kami mengecam keras serangan dari militer dan polisi penjajah di Masjid Al-Aqsa dan agresi terhadap jemaah di sana," ujar pernyataan kantor kepresidenan Palestina.

Kelompok Hamas di Gaza juga mengeluarkan pernyataan serupa.

"Pesan kami dari Gaza untuk musuh adalah bahwa Masjid Al-Aqsa adalah garis batasnya dan siapa pun yang berusaha melintasinya berarti tengah bermain dengan api," kata juru bicara Hamas Mushir Masri.

Kecaman yang sama juga datang pada Minggu dari menteri-menteri luar negeri negara Arab yang tengah berkumpul di Kairo, Mesir. Mereka memperingatkan Israel untuk tidak memicu kemarahan umat Muslim seluruh dunia dengan coba mengubah status quo Al-Aqsa.

"Kami memperingatkan Israel untuk tidak mencoba mengubah masjid Al-Aqsa menjadi situs Yahudi dengan memisahkannya berdasarkan tempat dan waktu untuk memperbolehkan Yahudi beribadah di dalam temboknya," ujar pernyataan bersama para menteri luar negeri Arab.
Sumber :cnnindonesia.com

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan