Rakyat Palestina tidak Lagi Percaya Solusi Dua Negara

Lebih dari setengah warga Palestina tidak lagi mendukung solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik dengan Israel. Menurut survei yang dirilis Senin (21/9), mereka menolak tujuan yang digadang-gadang diplomasi internasional tersebut.

Survei dilakukan Palestinian Centre for Policy and Survey Research. Grup penelitian utama di teritorial Palestina ini menemukan 51 persen menolak solusi dua negara. Sementara 48 persen mendukung.

Tiga bulan lalu, hasil yang diperoleh adalah sebaliknya. Sebanyak 51 persen setuju dan 48 persen menolak. Survei dilakukan terhadap 1.270 orang di Tepi Barat dan Gaza pada 17-19 September 2015.

Solusi dua negara adalah upaya untuk saling bertetangga dan saling merdeka. Target ini telah digaungkan sejak negosiasi pada pertengahan 1970an dan menjadi fokus diplomasi AS dalam 20 tahun terakhir.

Penduduk Palestina mungkin berpikir solusi tersebut tidak lagi bisa dipraktikkan karena mereka melihat perluasan permukiman di Tepi Barat yang terus dilakukan Israel. "Tambahan, perkembangan survei ini juga mungkin dipicu oleh kemarahan pada dunia Arab," kata Direktur survei, Khalil Shikaki.

Menurutnya, dunia Arab tidak lagi peduli pada nasib rakyat Palestina. Selain itu, menurut survei, 65 persen warga Palestina ingin Presiden Mahmoud Abbas mengundurkan diri. Abbas juga kehilangan pamor dari 44 persen dukungan menjadi 38 persen.

Jika pemilu digelar, 35 persen warga akan memilih Hamas dan 35 persen memilih Fatah. Angka ini turun dari 39 persen tiga bulan lalu. Rakyat juga lebih menginginkan aksi bersenjata sebagai solusi melawan Israel. Sebanyak 42 persen memilih aksi bersenjata dan 29 persen negosiasi.
Sumber : republika.co.id

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan