Masjid Al Aqsa Terus Diserang, Tak Ada Yang Bela Muslim Palestina

Dua hari berturut-turut, Minggu (13/9) dan Senin (14/9), kekerasan pecah di komplek Masjid Al Aqsa. Media arus utama Barat, di antaranya CNN, Fox News, maupun the New York Times, menggambarkan konflik di Yerusalem itu sebagai bentrokan antara 'pemuda' Palestina dan tentara Israel. Juru bicara kepolisian Zionis mengatakan anak muda Palestina berusaha mengacau jelang perayaan tahun baru Yahudi dengan melempari batu ke desa-desa warga wilayah pendudukan Israel.

"Perusuh itu kemudian kami pukul mundur ke area Al Aqsa," kata Juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld.

Berbeda dari laporan arus utama, jejaring sosial Twitter mengabarkan fakta lain. Konflik ini, menurut Dr Basem naim yang membuat tanda pagar #AlAqsaUnderAttack bukan sekadar antara gerombolan pemuda dan tentara karena isu yang tidak jelas.

Tentara Zionis dilaporkan lebih dulu menyerbu komplek masjid paling suci ketiga buat umat muslim itu Minggu subuh waktu setempat. "Serangan polisi menggunakan peluru karet dan granat kejut membuat pemuda Palestina berkumpul melindungi Al Aqsa," tulis kantor berita Ma'an.

Laporan lain yang beredar di Twitter menyatakan polisi Israel memasuki masjid, merusak sebagian properti Al Aqsa, termasuk membakar sajadah. Polisi Zionis tidak membenarkan atau membantah informasi tersebut.

Dalam keterangan resminya, polisi menyatakan melakukan operasi intelijen ke area dalam Al Aqsa "untuk mencegah terjadinya kerusuhan lebih jauh lagi." Muncul informasi lain bahwa yang memasuki kawasan Al Aqsa bukanlah polisi, melainkan anggota Dinas Intelijen Dalam Negeri Israel alias Shin Bet.

Sekretaris Jendral Badan Inisiatif Nasional Palestina, Mustafa Barghouti menyatakan otoritas keamanan Israel jelas berbohong bila tidak mengakui telah menyerang dan memasuki kawasan Al Aqsa secara paksa.

Video maupun foto korban serangan itu kini membanjir di dunia maya. Gambar berisi kekerasan polisi Israel terhadap perempuan dan manula Palestina setelah bentrok terus bermunculan. Sejauh ini belum ada pernyataan pemimpin dunia terhadap krisis di Yerusalem. Pemimpin dunia muslim juga belum berkomentar.

Kemarin, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengatakan tindakan Israel sudah kelewatan. "Rakyat Palestina tidak akan diam saja melihat tentara asing menyerang tempat ibadah suci kami," ujarnya.

Kawasan Al Aqsa, ditambah Bait Suci dan tembok ratapan di lokasi bukit yang sama, membuat konflik berpotensi muncul kapanpun. Israel merebut Yerusalem timur, setelah memenangkan Perang Enam Hari melawan Koalisi Arab-Mesir pada 1967. Klaim Zionis bahwa mereka berkuasa atas komplek Bait Suci, ditolak oleh komunitas Internasional, termasuk PBB.
Sumber : merdeka.com

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan