AL-AQSHA DIAMBANG KEHANCURAN, MASYARAKAT KALTIM BERANG

Samarinda- Ratusan pemuda gerakan Bubuhan Cinta Palestina atau Butana, Ahad lalu (20/9) melaksanakan aksi SELAMATKAN AL AQSHO secara serempak di beberapa kota besar di Kalimantan Timur, yaitu Samarinda dan Bontang, termasuk juga di Kalimantan Utara. Sebagai bentuk penyikapan atas kebiadaban tentara zionis israel yang terus melakukan pengrusakan dan pelecehan terhadap Masjid Al Aqsha. Bentuk-bentuk kebiadaban itu di antaranya adalah pengusiran warga Palestina yang sedang beribadah di Masjid Al Aqsha dengan cara diseret, dipukul, ditendang, didorong bahkan ditodong senjata. Selain itu juga tentara zionis Israel hendak membagi Masjid Al Aqsho menjadi dua, sebagian untuk kaum muslimin dan sebagian lagi untuk perayaan umat yahudi. Ini adalah salah satu cara licik mereka sebagai bentuk strategi untuk menguasai Al Aqsho seluruhnya.


          Aksi ini dipelopori oleh KNRP Kaltim yang bekerja sama dengan beberapa lembaga, yaitu Lembaga Dakwah Kaltim se-kaltim dan Kaltar, KAMMI Kaltim dan beberapa komunitas kepemudaan lainnya. Aksi ini dipadati oleh ribuan masyarakat Kaltim-Kaltara, mereka tampak antusias selama aksi berlangsung, karena konsep yang diusung sangat menarik. Sebagai bentuk edukasi dan pencerdasan kepada masyarakat tentang Palestina dan Al Aqsho, aksi ini tidak hanya menampilkan orasi-orasi ke-palestinaan, namun juga diramaikan oleh Akustk, Treatikal pemuda kaltim, Freeze Mob dan gerakan seribu tanda tangan. Tidak ketinggalan pula  penggalangan dana sebagai inti dari aksi tersebut.

     Terhitung hingga hari ini, donasi yang terkumpul dari Aksi di Samarinda sebesar Rp. 15.136.500,- dan cicin kawin emas putih 2,21 gram. Sedangkan donasi yang terkumpul di Kota Bontang sebesar Rp. 3.602.500,- Dana tersebut nantinya akan disalurkan melalui KNRP Pusat bersama dengan dana gabungan dari seluruh KNRP Wilayah dan Daerah se-Indonesia.

     "Kegiatan aksi kemarin diadakan dalam rangka menyadarkan masyarakat akan kondisi terbaru dari masjid Al Aqsha. Yang tengah dirusak dan rakyatnya tengah diusir dan dianiaya.," ujar Teguh bin Sabar selaku koordinator lapangan aksi. Ia berharap melalui kegiatan tersebut, masyarakat Kaltim dapat ikut mendukung dan menjaga bersama-sama Al Aqsha walaupun mereka berada di tempat yang jauh.


      Tragedi yang menimpa Masjid Al Aqsha ini memang memunculkan banyak sekali respon dari berbagai kalangan di seluruh dunia, semua bergerak untuk peduli pada Al Aqsha yang kini tengah dikuasai oleh tentara zionis israel.

 


Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan