Tak Tahan Perlakuan Israel, Ratusan Tahanan Palestina Membangkang

Sekitar 560 tahanan Palestina memulai kampanye pembangkangan memprotes kondisi dalam penjara.

Komite Tahanan Palestina mengatakan langkah itu diambil menyusul serangan ke kamar mereka oleh Layanan Penjara Israel (IPS), sanksi yang dikenakan pada mogok makan, dan penolakan kunjungan keluarga rutin ke tahanan.

Dilansir dari Maan News, aksi pembangkangan tersebut akan berlanjut hingga akhir Agustus. Para tahanan akan mengumumkan berakhirnya mogok makan.

Aksi pembangkangan yang dilakukan, antara lain memboikot pekerjaan domestik, absen harian, pemeriksaan keamanan dan klinik penjara yang tidak menyediakan layanan seharusnya.

Negosiasi terbaru antara Layanan Penjara Israel (IPS) dengan tahanan Palestina untuk mengakhiri ketegangan di penjara Rimon dan Nafha gagal, Selasa (11/8).

Pusat Studi Tahanan Palestina melaporkan pejabat IPS bertemu dengan pemimpin di Nafha setelah pada Senin ratusan tahanan mengumumkan aksi pembangkangan.

Hampir 6.000 warga Palestina saat ini berada dalam penjara Israel. Mereka menjadi korban perlakuan brutal Israel. Meski dikecam pejabat Palestina dan komunitas internasional, tindakan kejam Israel terhadap tahanan Palestina terus berlangsung.

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan