Pembunuhan Bayi Palestina Ditelan Isu Singa Cecil, Politikus Inggris Geram

Peristiwa pembunuhan balita Palestina membuat Politikus Inggris, George Galloway, geram. Ia menganggap media Barat justru menghilangkan suara seputar kekejian itu. Media lebih perduli terhadap kematian singa bernama Cecil.

"Ali dibakar sampai mati oleh pemukim ilegal Israel di Tepi Barat. Tak seorang pun yang berkuasa yang peduli. Bagaimanapun juga namanya bukan Cecil ... #Palestina," tulis Galloway melalui akun Twitternya.

Galloway ingin dunia membuka mata bahwa ada sebuah pembakaran hidup-hidup oleh orang Israel kepada seorang bayi yang masih belum tahu apa-apa. Namun, media justru lebih membesarkan permasalahan kematian Cecil si Singa.

"Ada yang lebih biadab dari pembunuhan Cecil si Singa, ada pembunuhan bayi Ali di Palestina," tulis pemimpin dari Respect Party itu.

Tulisan-tulisan di Twitter ia maksudkan untuk kematian yang dialami bayi Ali Saad Dawabsha di desa Tepi Barat Duma. Di negara Barat, berita ini tertelan oleh kisah kematian seekor singa berasal dari Zimbabwe yang mati ditembak oleh dokter gigi Amerika, Wlter Palmer.

Dilansir dari OnIslam.net, Selasa (4/8), menurur Gaslloway, komentar-komentar kematian bayi Palestina itu seakan sengaja tidak diberitakan dan tergerus berita persoalan pembunuhan hewan.

Balita berumur 18 bulan itu meninggal ketika empat warga Yahudi melemparkan bom api ke dua rumah. Kebakaran tersebut menewaskan seorang balita yang sedang tidur dan melukai orang tua dan saudaranya yang berusia 4 tahun.

Sebelum penyerangan, orang-orang tidak bertanggung jawab tersebut menuliskan "balas dendam" dan "hidup Mesias" dalam bahasa Ibrani sebelum memecahkan kaca jendela rumah dan melemparkan bom molotov ke dalam rumah.
Sumber : republika.co.id

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan