Di Penjara Israel, Ratusan Warga Palestina Gelar Aksi Mogok Makan Besar-besaran

Sekitar 250 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel menggelar aksi mogok makan besar-besaran. Ratusan warga Palestina itu ditahan tanpa alasan yang jelas, yang disebut Israel sebagai penahanan administratif.

Aksi mogok makan ini akan terus dilakukan “sampai kebijakan penahanan administratif yang dilakukan Israel dihentikan”, kata seorang perwakilan seperti dikutip dari Ma’an News Agency, Selasa (18/08/2015).

Menurut laporan, saat ini ada sekitar 1.500 warga Palestina yang ditahan di penjara Negev, di mana 250 di antaranya merupakan tahanan administratif.

Negara Yahudi itu menahan orang-orang Palestina tanpa ada proses pengadilan ataupun tuduhan yang jelas. Mereka yang ditangkap akan dibui selama enam bulan. Setelah masa tahanan berlalu, otoritas Israel berhak menentukan apakah akan diperpanjang atau tidak. Seringkali, masa tahanan warga Palestina diperpanjang sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Perwakilan tersebut menambahkan, Israel menggunakan penahanan administratif “untuk memaksa orang Palestina agar menjadi toleran dan merampas kehidupan mereka”.

“Kami tak meminta dibebaskan atau hukuman kami dikurangi, yang kami minta adalah hentikan penahanan administratif secara total.”

Aksi besar-besaran itu dilakukan atas dasar solidaritas terhadap Mohammed Allan, yang koma akibat mogok makan berkepanjangan. Allan telah ditahan tanpa proses pengadilan dan tuduhan apapun sejak November 2014 lalu.

Allan jatuh koma pada Jumat lalu setelah mogok makan selama dua bulan berturut-turut. Kondisinya saat ini dilaporkan sedang sekarat.

Ada sekitar kurang lebih 7.000 warga Palestina yang dipenjara di 17 penjara berbeda di Israel. Mayoritas ditahan tanpa proses pengadilan dan tuduhan apapun.

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan