Bentrokan Pecah di Kamp Pengungsi Palestina di Lebanon, 2 Tewas

 Dua orang tewas, Selasa (28/7/2015), dalam sebuah bentrokan antarkelompok bersenjata di sebuah kamp pengungsi Palestina di dekat kota pelabuhan Sidon, Lebanon.

Seorang pejabat Lebanon yang tak mau disebutkan namanya menyebutkan, kedua korban yang tewas dalam bentrokan di kamp Ain al-Hilweh itu adalah Talal Maqdah, anggota Fatah, dan Diam Mohammad, seorang penjual jus.

Pejabat itu menambahkan, enam orang lainnya juga terluka, termasuk seorang pria yang masih dalam kondisi kritis. "Sekelompok orang bersenjata tiba-tiba menembaki dua anggota kelompok Jund al-Sham. Aksi itu disusul baku tembak antara Jund al-Sham dan kelompok Fatah," ujar pejabat itu.

Dia menambahkan, keenam orang yang terluka itu memang secara khusus menjadi target penembakan. "Situasinya sangat tegang dan terlihat puluhan orang bersenjata berkeliaran di jalanan," kata dia.

Puluhan keluarga Palestina, termasuk mereka yang mencari kedamaian setelah lolos dari kekerasan di Suriah, meninggalkan kamp itu pada saat terjadi bentrokan. Pada pukul 23.00 waktu setempat, bentrok bersenjata mulai mereda, tetapi tembakan sporadis masih terdengar. 

Kekerasan ini pecah tiga hari setelah seorang pejabat Fatah, Talal al-Ourdoni, tewas ditembak penyerang tak dikenal saat berada di kamp Ain al-Hilweh. Sebagian besar warga Palestina hidup dalam kondisi mengenaskan di kamp pengungsi ke-12 di Lebanon itu.

AD Lebanon tidak memasuki kamp tersebut setelah sebuah perjanjian disepakati setelah perang saudara 1975-1990 berakhir. Kini, faksi-faksi Palestina yang bertanggung jawab atas keamanan kamp tersebut.

Sudah beberapa kali kekerasan terjadi di kamp Ain al-Hilweh antara beberapa faksi Palestina yang berseteru. Kemiskinan yang menjerat penghuni kamp menjadikan daerah itu sebagai tempat yang ideal untuk memupuk ekstremisme.

Komentar

Postingan Populer

Berita

Wawasan

Kegiatan